Tambang Ilegal Marak, Anggota DPRD Bone Minta Penegak Hukum Bertindak Tegas

Kejadian kecelakaan kerja di tambang batuan bukan pertama kalinya terjadi di Bumi Arung Palakka.

Tambang Ilegal Marak, Anggota DPRD Bone Minta Penegak Hukum Bertindak Tegas
Justang
Anggota Komisi III DPRD Bone H Kaharuddin 

 Laporan Wartawan TribunBone.com Justang Muh

TRIBUNBONE.COM, BAREBBO - Anggota Komisi III DPRD Bone H Kaharuddin sangat menyayangkan terjadinya insiden penambang tewas di Desa Wollangi, Kecamatan Barebbo, Selasa (23/10/2018).

Dia menyebutkan, kejadian kecelakaan kerja di tambang batuan bukan pertama kalinya terjadi di Bumi Arung Palakka.

Olehnya itu, Wakil Ketua Komisi III yang membidangi pertambangan tersebut meminta penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, bersikap tegas menindak tambang illegal.

"Mereka penegak hukum maupun penegak perda Satpol PP harusnya bersikap tegas kepada aktivitas tambang illegal," kata H Kaharuddin yang dihubungi melalui ponselnya, Kamis (25/10/2018).

Baca: Catat 54 Tambang Galian C di Bone, Dinas Perindustrian: Hanya 8 yang Miliki Izin

"Kami dewan hanya punya kewenangan political kontrol untuk menyampaikan apa yang dilakukan masyarakat adalah illegal," tambahnya.

Politisi Fraksi Demokrat DPRD Bone menjelaskan, Perda Bone nomor 2 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) Bone secara jelas menyebutkan dari 27 kecamatan di Bone, hanya ada 12 kecamatan yang diizinkan untuk melakukan aktivitas pertambangan.

Yakni, Kecamatan Bontocani, Kahu, Ajangale, Palakka, Salomekko, Kajuara, Ponre, Lapri, Libureng, Sibulue, Tellu Limpoe, Patimpeng.

"Sisanya termasuk Barebbo merupakan wilayah yang tidak diizinkan untuk melakukan aktivitas pertambangan menurut perda nomor 2 tahun 2013 tentang RT RW," kata H Kaharuddin.

Kendati demikian, politisi asal Cenrana ini menyebut Perda Bone nomor 2 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Bone sudah tidak relevan dengan kondisi Bone.

"Jadi kami di DPRD Bone sedang menggodok untuk perubahan perda RT RW ini," jelasnya.

Baca: Sudah Telan 2 Korban Jiwa, Begini Lokasi Tambang Batuan Illegal di Wollangi Bone

Sebelumnya, Lelle Daeng Marala (55) meninggal dalam kecelakaan kerja di lokasi tambang batuan atau tambang galian C di Desa Wollangi, Kecamatan Barebbo, Bone, Selasa (23/10/2018).

Warga Dusun Labiacca, Desa Wollangi itu tewas tertimpa material tambang dan dikebumikan, Rabu (24/10/2018).

Penelusuran tribunbone.com, Dg Marala bukanlah korban pertama yang meninggal dunia lantaran tertimpa material di sekitar lokasi tersebut.

 Pada tahun 2015 silam, warga setempat diketahui bernama Sakka juga meninggal usai tertimpa bongkahan batu.(*)

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved