Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilkades Mattoanging Maros Memanas, Ada yang Diduga Bagi-bagi Gula

Bagi-bagi gula pasir dinilai tidak tepat waktu, lantaran momen Pilkades.

Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
REPRO TRIBUN TIMUR/ANSAR
Warga Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, memperlihatkan gambar gula yang telah diterimanya dari salah satu Cakades. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Pemilihan Calon Kepala Desa (Cakades) Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, Maros, mulai memanas dan menuai protes dari warga.

Pasalnya, diantara empat Cakades yang akan dipilih pada Pilkades serentak 31 Oktober mendatang, sudah ada yang diduga mulai bagi-bagi gula.

Hal tersebut dikatakan oleh seorang warga Mangelloreng, Ismail saat menemui Tribunmaros.com, Rabu (24/10/2018).

Dugaan bagi-bagi gula tersebut dilakukan oleh tiga orang pendukung, Cakades tertentu. Saat menyerahkan tiga liter gula, pendukung menyebut nomor urut dukungannya.

"Sudah mulai tidak beres proses Pilkades di Mattoanging. Ada tim yang bagi-bagi gula kepada warga, saat Selasa malam kemarin. Mereka menyampaikan, salam nomor tiga," kata Ismail.

Beberapa warga yang menolak dan ada juga mengambil gula pasir tersebut. Bagi-bagi gula pasir dinilai tidak tepat waktu, lantaran momen Pilkades.

Sebelum Pilkades, warga tidak pernah mendapat bantuan gula dari berbagai pihak. Namun jelang Pilkades, bagi-bagi gula tersebut digencarkan tim pemenangan calon tertentu.

"Kami heran kok ada gula. Sebelumnya tidak pernah ada. Ada lagi salam nomor tiga. Itu tujuannya untuk apa," katanya.

Tim bagi-bagi gula tersebut mendatangi rumah warga. Setiap rumah diberikan tiga liter gula. Sebelum dibagi, gula tersebut dikumpul di posko pemenangan.

Ismail berharap, Panitia Pemilihan Desa tidak becus bekerja. Bagi-bagi gula tersebut tidak mampu dideteksi. Padahal, Panitia harus melakukan pencegahan bagi-bagi gula.

"Kami pertanyakan kinerja Panitia. Kenapa tidak mampu deteksi itu. Sudah jelas ada pelanggaran. Jangan sampai ada kerjasama," katanya.

Dia berharap, Panitia Pilkades segera menindak calon yang mulai melakukan pelanggaran. Jika tidak, kemungkinan besar, akan terjadi bagi-bagi uang kepada warga jelang pencoblosan.

"Kami harap, ada tindakan dan pengawasan ketat dari Panitia Pilkades. Jangan sampai ini dibiarkan, jadi cakades leluasa bagi-bagi uang jelang pencoblosan," katanya.

Ismail dan beberapa warga lainnya, siap bersaksi jika dipanggil untuk dimintai keterangan.

Sementara, Ketua Panitia Pilkades Mattoanging, Muh Yusuf saat dikonfirmasi melalui ponsel, mengaku lagi sibuk mengajar. "Saya mengajar dulu," katanya lalu mematikan ponsel. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved