Penuntasan Kasus Bimtek DPRD Enrekang Belum Jelas, AMPAK Unjuk Rasa di Mapolda Sulsel

Mereka menuntut penegakan supremasi hukum yang ada di Sulsel khususnya kasus yang di tangani oleh pihak kepolisian.

Penuntasan Kasus Bimtek DPRD Enrekang Belum Jelas, AMPAK Unjuk Rasa di Mapolda Sulsel
HANDOVER
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (AMPAK) berunjuk rasa di Mapolda Sulsel. 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG-Masih mandeknya kasus korupsi Bimtek DPRD Enrekang di Polda Sulsel, terus mendapat perhatian dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (AMPAK).

Untuk itu, mereka kembali melakukan aksi unjuk rasa di jalan raya depan Mapolda Sulsel.

Mereka menuntut penegakan supremasi hukum yang ada di Sulsel khususnya kasus yang di tangani oleh pihak kepolisian.

Kasus yang menjadi fokus utama adalah korupsi Bimtek DPRD Enrekang yang sudah bejalan hampir dua tahun ini di tubuh Polda Sulsel, namun belum ada kejelasan.

Apalagi, pelimpahan berkas yang kedua dikembalikan lagi setelah adanya rekomendasi untuk perbaikan berkas perkara kasus ini mulai tak terdengar lagi kabarnya, padahal kasus ini sudah menyeret tujuh tersangka.

Menurut jendral lapangan, Sudarman Waka, kehadiran AMPAK aksi itu merupakan aksi lanjutan untuk meminta pihak kepolisian profesional dalam penanganan kasus korupsi di Kabupaten Enrekang.

Sebab, ketika penanganan kasus sampai memakan hampir dua tahun itu sangat ganjil bagi masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga hadir untuk mempertanyakan terkait kasus Dana Desa Bolang yang telah ditememukan kerugian negara Rp 107 juta hasil audit dari inspektorat.

Namun, kasusnya justru diberhentikan setelah adanya pengembalian uang kerugian negara.

Halaman
12
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved