Viral Video Banser Bakar Bendera, Reaksi Gubernur Ridwan Kamil dan Polisi

Viral Video Banser Bakar Bendera Milik HTI, Ini Reaksi Gubernur Ridwan Kamil dan Polisi

Capture Youtube
Video Banser Garut Bakar bendera tauhid jadi viral menuai pro dan kontra 

Viral Video Banser Bakar Bendera Milik HTI, Ini Reaksi Gubernur Ridwan Kamil dan Polisi

TRIBUN-TIMUR.COM - Video viral anggota Banser membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid, saat peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Senin (22/10/2018), menuai ragam reaksi.

Di Makassar, di grup-grup Whatsapp dan Facebook terjadi perdebatan pro dan kontra.

Yang kontra atau tidak setuju menyebut aksi kader Banser Garut itu tidak etis karena ada kalimat tauhid La Ilaha Illallah di kain hitam dan ikat kepala yang dibakar.

Baca: Hotman Paris Pilih Jokowi-Maruf Amin atau Prabowo-Sandi? Ini Jawabannya

Baca: Akbar Ampuh Otak Pembunuh Sekeluarga Tewas di Lapas, Lihat Barang yang Ditemukan di Dekat Mayatnya

Baca: Gomez: Lawan Persebaya, Pemain Persib Banyak Lakukan Kesalahan Sendiri. Bagaimana Lawan PSM?

Yang pro menyebut bendera yang dibakar adalah bendera lambang Hizbut Tahir Indonesia, organisasi terlarang di Indonesia.

Mendapati berita tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat menyesalkan pembakaran bendera yang tertera kalimat tauhid.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (KOMPAS.COM)

"Mungkin tidak dimaksudkan kepada kalimat tauhidnya, tapi diamksudkan untuk membakar simbol organisasi yang sudah dilarang pemerintah. Namun tindakan tersebut sudah pasti memberikan multi tafsir. Lain kali serahkan saja kepada aparat keamanan," ujar Ridwan Kamil melalui akin instagramnya, Senin (22/10/2018).

Ridwan Kamil menyarankan jika tidak suka terhadap sesuatu, maka belajarlah untuk menyampaikan pesan dengan adab dan cara yang baik.

"Bangsa kita harus naik kelas menjadi bangsa yang lebih mulia dan lebih berada," ujarnya.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil di Jalan Arjuna Kota Bandung, Rabu (22/8/2018). (Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah)
"Keberadaan kita dilihat dari cara kita menyampaikan pesan dan dilihat cara kita menyelesaikan perbedaan. Sebaiknya yang bersangkutan segera menyampaikan permintaan maaf. Haturnuhun."

Halaman
1234
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved