Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Belajar dari Kisah Istri Indro Warkop, Ternyata Kondisi Paru-paru Perokok Pasif Itu Seperti Ini

Namun, tak sedikit yang menduga bahwa sosok Indro Warkop yang dulu sangat gemar merokok menjadi penyebabnya.

Tayang:
Editor: Arif Fuddin Usman
istock
Illustrasi perempuan memegang rokok 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pada 9 Oktober 2018 lalu, dunia hiburan tanah air kembali berduka. Nita Octobijanthy, Istri dari komedian ternama Indonesia, Indro Warkop, meninggal dunia.

Indro Warkop harus kehilangan sang istri, Nita Octobijanthy paska berjuang melawan penyakit kanker paru-paru. Nita meninggal di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre, Jakarta, Indonesia.

Salah satu yang kerap dianggap sebagai pemicu kehadiran kanker paru-paru adalah rokok. Tentu saja kita tidak bisa mengetahui pasti penyebab dari kanker paru yang diderita Nita sebelum dirinya meninggal.

Namun, tak sedikit yang menduga bahwa sosok Indro Warkop yang dulu sangat gemar merokok menjadi penyebabnya.

Baca: Sang Istri Meninggal Dunia, Indro Warkop Pengen Satu Liang Lahat dengan Nita Octobijanthy

Baca: Innalillah, Istri Indro Warkop Nita Octobijanthy Meninggal Dunia: Kemarin Baru Rayakan Ultah

Dokter Risky Akaputra SpP, dari Rumah Sakit Columbia Asia Pulomas, Jakarta, menjelaskan asap rokok tak hanya berbahaya bagi perokok aktif, tapi juga bagi perokok pasif.

“Asap rokok itu ada yang mainstream dan sidestream. Yang mainstream, yang diisap sama si perokok,” jelas dokter Risky.

“Sementara yang sidestream yang dihembuskan. Nah, yang sidestream itu juga mengandung zat-zat toksik,” jelasnya.

Ya, seperti yang kita tahu di dalam rokok itu terdapat sekitar 4.000 lebih zat. Ratusan zat di antaranya beracun dan puluhan di antaranya bersifat karsinogen atau menyebabkan kanker.

Rumus Kimia

Seperti karbon monoksida (CO), nikotin (C10H14N2), benzena (C6H6), dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH).

Karbon monoksida, rumus kimia CO, adalah gas yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Ia terdiri dari satu atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen.

Dalam ikatan ini, terdapat dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi antara atom karbon dan oksigen. (Wikipedia).

Baca: Istri Indro Warkop Meninggal Dunia, Baca Curhat Anaknya yang Begitu Menyayat Hati

Baca: Penyebab Istri Indro Warkop DKI Nita Octobijanthy Meninggal Dunia, Usia Baru 59 Tahun

Nikotina (Nikotin) adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan, terutama suku terung-terungan seperti tembakau dan tomat.

Nikotina berkadar 0,3 sampai 5,0 persen dari berat kering tembakau berasal dari hasil biosintesis di akar dan terakumulasi di daun. (Wikipedia)

Benzena, juga dikenal dengan rumus kimia C H , PhH, dan benzol, adalah senyawa kimia organik yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah terbakar serta mempunyai bau yang manis.

Benzena terdiri dari 6 atom karbon yang membentuk cincin, dengan 1 atom hidrogen berikatan pada setiap 1 atom karbon. (Wikipedia).

Lantas, bagaimana seorang perokok pasif bisa terkena zat-zat berbahaya itu?

“Orang yang merokok di dalam ruangan tertutup, seperti di dalam rumah, mobil, pasti akan meninggalkan polutan-polutan tadi,” ungkap dokter Rizky.

“Kalau di rumah bisa menempel di sofa atau di dinding rumah. Zat-zat itu tetap berada di situ, apalagi kalau ventilasinya enggak bagus,” lanjutnya.

Zat-zat Polutan

Nah, zat-zat polutan ini yang berada dalam partikel-partikel di udara bisa masuk ke dalam paru-paru ketika kita menghirup udara. Paru-paru akan mengalami penurunan fungsi.

Karena menurut dr. Rizky, zat-zat polutan akan menyebabkan silia, bulu-bulu halus yang bertugas untuk membersihkan paru-paru menjadi tidak berfungsi.

Silia tidak mampu lagi mempertahankan kebersihan paru-paru. Selain itu, pertahanan awal yang ada di kantong udara yang bernama makrofag pun akan lumpuh.

Baca: Ruben Onsu Bocorkan Chat WA Istri Indro Warkop, Ternyata Seperti ini Hubungan Mereka

Baca: Tajir Melintir Sejak Masih Muda, Ternyata Ada Cita-cita Indro Warkop Yang Tak Kesampaian

Sistem imun atau kekebalan tubuh juga akan jadi terganggu, sehingga tubuh menjadi lebih mudah terkena infeksi.

“Kemudian untuk kanker sendiri, zat-zat yang karsinogenik itu menghambat proses DNA. Sebenarnya DNA kalau salah menerjemahkan akan ada proses perbaikannya,” papar Rizky.

“Tapi, zat-zat karsinogenik menyebabkan terhambatnya proses perbaikan tadi. Dia bermain di situ, sehingga terjadi perubahan sel. Nah, dari situ baru muncul kanker,” jelasnya lebih jauh.

Untuk para perokok pasif yang tinggal bersama perokok aktif, dianjurkan untuk tidak berada di sekitar perokok aktif yang sedang merokok agar tidak mengisap sidestream smoke.

Pikirkan Keluarga

Para perokok aktif juga harus memikirkan keluarga dan orang di sekitarnya atas dampak dari rokok yang diisapnya, karena merokok tidak hanya membahayakan dirinya sendiri.

Sehingga sangat diwajibkan untuk tidak merokok di dalam ruangan yang tertutup, seperti rumah atau mobil, agar polutan tidak menempel dan terisap oleh orang lain.

Jika sudah merokok, usahakan atau sebaiknya mengganti pakaian, agar zat polutan tidak masuk ke dalam rumah.

Selain itu, mulailah pola hidup sehat. Selain berolahraga, makanan sehat juga sebaiknya dijaga dan dikonsumsi.

Ada baiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi terlalu banyak nasi yang mengandung karbohidrat (gula), makanan berminyak, serta konsumsi cukup tinggi daging yang berlemak tinggi.

Meskipun asap rokok bukan penyebab tunggal kanker paru-paru. “Yang penting adalah, berhenti merokok,” tegas dokter Rizki. (melissa tuanakotta/jenifer wirawan)

(Artikel ini pernah tayang di Tabloid NOVA edisi 1600)

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved