Gagas Kampung Pendidikan, Pemuda Polman Raih Penghargaan dari Kemenpora

Alumni megister Universitas Negeri Jakarta itu, akan diundang ke Istana Negara pada 27 Oktober mendatang

Gagas Kampung Pendidikan, Pemuda Polman Raih Penghargaan dari Kemenpora
NURHADI
¬†Gerakan Kampung Pendidikan yang digagas oleh Hasan di Dusun Lemo Tua, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Polman 

TRIBUNSULBAR.COM, POLMAN -- Kisah inspiratif seorang pemuda di Dusun Lemo Tua, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, yang mampu merubah wajah sebuah desa dengan mendirikan sebuah kampung pendidikan, mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat.

Adalah Hasan, mampu mengubah wajah kampung yang dulunya biasa-biasa saja, menjadi kampung yang memiliki atmosfer pendidikan yang cukup kuat.

Alumni megister Universitas Negeri Jakarta itu, akan diundang ke Istana Negara pada 27 Oktober mendatang, untuk mendapat penghargaan atas gerakan literasi yang ia gagas itu.

Hasan mendirikan kampung pendidikan, berawal dari keresahannya atas kondisi generasi di kampungnya. Dari situ, ia mulai dengan menggerakkan generasi muda di kampung untuk terlinat aktif dalam setiap kegiatan pendidikan formal maupun informal.

"Gerakan ini kami mulai sejak April kemarin. Kami melalukan pembinaan bagi anak usia sekolah, serta pengembangan yang kami khususkan bagi generasi muda yang ada di kampung kami,"tutur Hasan kepada TribunSulbar.com, Senin (22/10/2018).

Sejak gerakan kampung pendidikan itu dirintis, setiap sore diadakan pendindikan informal, seperti belajar bahasa Inggris.

"Sering juga kami mendatangkan orang-orang inspiratif dari luar kampung untuk membagi kiat-kiatnya kepada anak-anak di kampung kami. Kemudian pengembangan skil bagi mereka, itu juga yang menjadi fokus kami," ujarnya.

 Gerakan Kampung Pendidikan yang digagas oleh Hasan di Dusun Lemo Tua, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Polman
 Gerakan Kampung Pendidikan yang digagas oleh Hasan di Dusun Lemo Tua, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Polman (NURHADI)

Wajah Desa Kuajang berubah drastis. Jika dulunya kampung ini seperti 'kampung mati', kini menjadi hidup, atas inisiatif Hasan. Siapapun yang berkunjung ke desa ini, bakal dipertontonkan beragam kegiatan edukasi.

"Kami ingin membangkitkan kesadaran anak-anak di kampung, bahwa skil, keterampilan adalah kunci utama untuk dapat bersaing di masa depan. Itu hanya bisa diwujudkan dengan memaksimalkan pemberdayaan kepada mereka. Dulunya Kampung Lemo seperti kampung mati. Sekrang kalau orang masuk, maka akan banyak pesan-pesan pendidikan yang akan ditemui,"ujarnya.

Hasan menyebutkan, saat ini kampung pendidikan yang ia gagas telah memiliki 125 peserta didik. Selain benyak menimba ilmu tentang pengetahuan umum, di Kampung pendidikan ini, pun fokus pada pendidikan keagamaan.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved