Nelayan Bontoa Gelar Lomba Balap Perahu
Sekira 40 nalayan termasuk dari Pangkep, mempertontonkan skil balap perahunya untuk merebut juara dan hadiah jutaan rupiah.
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Nelayan Kecamatan Bontoa, Maros, gelar lomba balapan perahu di Dermaga Bonto Bahari. Balapan perahu yang berlangsung di laut tersebut berlangsung seru, Minggu (21/10/2018).
Sekira 40 nalayan termasuk dari Pangkep, mempertontonkan skil balap perahunya untuk merebut juara dan hadiah jutaan rupiah.
Selain mengandalkan kekuatan mesin, para peserta juga harus mampu mengendalikan laju perahu di lintasan balap yang telah ditentukan oleh panitia.
Para nelayan tersebut balapan laiknya menggunakan motor. Mereka juga saling mendahului di tikungan dan jalur lurus demi berebut posisi pertama.
Sejumlah penonton yang hadir, berteriak untuk mendukung peserta andalannya.
Pada lomba tahunan tersebut, panitia membagi dua kategori berdasarkan jenis perahu, yakni jenis Jolloro dan Katinting.
Perahu Jolloro bermesin 24 PK, memiliki lintasan balap yang lebih jauh dibanding Katinting. Katinting tersebut bermesin 17 PK.
Dalam satu kali lomba, peserta wajib mengelilingi lintasan tiga kali yang jaraknya mencapai 4 kilometer.
Penanggungjawab kegiatan, Syarifuddin mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk menghibur dan ajang silatutahmi antar nelayan.
"Balap perahu tersebut juga untuk mengangkat potensi wisata yang ada di daerah pesisir Maros," katanya.
Pasalnya, Maros memiliki bentangan pantai yang cukup luas. Namun belum pernah dimanfaatkan sebagai salah satu objek wisata andalan.
Dia berharap, balap perahu tersebut bisa dikembangkan lagi oleh pemerintah kabupaten. Keindahan alam di daerah pantai, selama ini kurang terekpose.
"Kegiatan baru dua kali kami adakan. Tapi luar biasa antusias peserta dan warga. Ini bahkan ada peserta dari pulau di Pangkep yang ikut. Kami jadikan kegiatan ini jadi agenda tahunan," katanya.
Bagi peserta, kondisi cuaca, mesin dan lintasan balap yang banyak berkelok, menjadi tantangan tersendiri untuk sampai di garis finish.
Sejumlah peserta kehilangan kendali dan keluar dari lintasan saat berusaha mendahului rivalnya.
Bahkan, banyak juga peserta yang terpaksa tidak bisa melanjutkan aksi balap lantaran mesin perahunya mati mendadak.
"Ombak lumayan tinggi. Kalau tidak kita tidak berhati-hati, perahu bisa terbalik. Tikungannya juga tajam sekali. Banyak peserta yang tidak bisa menikung karena tajam. Ada juga mesin mati tiba-tiba karena terkena ombak," katanyaseorang peserta, Anwar.
Selain target juara, peserta tertarik ikut lomba untuk memeriahkan kegiatan yang digagas oleh kelompok nelayan tersebut.
Selama ini, nelayan kesulitan untuk mendapat ajang hiburan sekaligus silaturahmi karena kesibukan melaut.
"Kami sangat senang ikut lomba ini. Ini sebagai hiburan nelayan dan bisa saling bertemu dengan banyak warga. Semoga kegiatan ini terus berlanjut," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/balap-perahu_20181021_135148.jpg)