Pendapatan Pedagang Berkurang, Dosen STIEM Mamuju: Serapan Anggaran Tidak Maksimal

enomena itu lahir lantaran kurangnya uang yang beredar di masyarakat khususnya yang ada di kota Mamuju.

Pendapatan Pedagang Berkurang, Dosen STIEM Mamuju: Serapan Anggaran Tidak Maksimal
NURHADI
Suasana Pasar Sentral Mamuju 

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU--Sejumlah pedagang di Kota Mamuju mengaku, dalam setahun ini pendapat mereka sangat anjlok dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Mamuju Ahmad memberikan pandangan atas kejadian tersebut.

Dihubungi via WhatsApp ia menuturkan, fenomena itu lahir lantaran kurangnya uang yang beredar di masyarakat khususnya yang ada di kota Mamuju.

"Ini bisa disebabkan karena serapan anggaran dana pembangunan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten tidak berjalan sebagaimana mestinya," kata Ahmad, Jumat (19/10/2018).

"Sehingga pendapatan masyarakat khususnya yang bekerja pada sektor jasa konstruksi maupun sektor jasa lainnya, mengalami stagnan atau boleh dibilang pendapatan mereka menurun," sambungnya.

Olehnya itu, kata dia, yang paling merasakan dampaknya adalah pedagang, baik yang ada di pasar maupun pada sektor lainnya.

Faktor lain yang bisa memicu, kurangnya peredaran uang, menurutnya, masyarakat Mamuju yang memiliki pendapatan lebih masih menjadikan daerah luar, seperti Makasar sebagai surga untuk berbelanja kebutuhan.

"Baik itu alat kantor, pakaian dan kebutuhan lainnya," begitu katanya.

Selain hal di atas, dia menuturkan hal penting yang harus diselesaikan adalah iklim investasi yang harus disegarkan. Menurutnya, investor saat ini harus berpikir dua kali untuk masuk kota Mamuju ketika ingin membuka usaha.

"Itu disebabkan karena begitu mahalnya harga tanah, serta sewa ruko ketika mereka mau berusah atau berinvestasi di Mamuju," tuturnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved