Aksi Kamisan Makassar, Ini Kata Aktivis dan Jurnalis Terkait Tewasnya Jamal Khashoggi

Aksi Kamisan Makassar sendiri merupakan inisiasi sejumlah jurnalis dan aktivis di kota Makassar yang intens menyuarakan setiap aspirasi

Aksi Kamisan Makassar, Ini Kata Aktivis dan Jurnalis Terkait Tewasnya Jamal Khashoggi
ALFIAN
Aksi Kamisan Makassar kembali berlangsung, Kamis (18/10), di depan Monumen Mandala, Jl Jendral Sudirman. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Aksi Kamisan Makassar kembali berlangsung, Kamis (18/10), di depan Monumen Mandala, Jl Jendral Sudirman.

Sejumlah aktifis dan jurnalis di Makassar pun turun melakukan aksi kamisan terkait dugaan pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Kashoggi di konsulat Saudi saat ia hilang.

Aksi Kamisan Makassar sendiri merupakan inisiasi sejumlah jurnalis dan aktivis di kota Makassar yang intens menyuarakan setiap aspirasi maupun protesnya setiap hari Kamis, sesuai dengan namanya.

Salah satu peserta aksi, Upi Asmaradhana, mengatakan jika aksi ini merupakan bentuk aksi simpati terhadap kekerasan bahkan pembunuhan terhadap seorang jurnalis.

"Kami protes, kami ingin mengabarkan bahwa telah terjadi proses pembungkaman yang berakhir keji. Masyarakat harus tahu sebab ini bukan aksi simpati semata. Ini jalan kami menginformasikan sekaligus bentuk protes atas kejadian ini," terang Upi yang juga Koordinator Relawan Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Bereskpresi

Sebelumnya aksi simpati ini muncul setelah media Amerika Serikat melaporkan pemerintah Turki memiliki rekaman suara dan video yang menurut mereka membuktikan bahwa Khashoggi dibunuh di dalam konsulat Saudi saat ia hilang.

Seperti laporan BBC Indonesia. Pejabat AS dan Turki dilaporkan mengatakan rekaman itu menunjukkan tim keamanan Saudi menahan Khashoggi saat ia mengambil dokumen untuk kelengkapan pernikahannya. Ia kemudian dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong.

Arab Saudi menyanggah terlibat dalam hilangnya Khashoggi. Jamal Khashoggi meniti karier sebagai seorang reporter ketika dia sudah berteman dengan Osama bin Laden, sampai kemudian menjadi pembangkang terkemuka Arab Saudi yang harus meninggalkan negaranya.

Sebelum hilang di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, keputusan Khashoggi untuk mengasingkan diri membuatnya harus membagi waktunya antara Amerika Serikat, Inggris dan Turki. Dia meninggalkan Arab Saudi pada bulan September 2017, setelah berbeda pendapat dengan penguasa kerajaan Arab Saudi.

Dari luar negeri, dia menyebarkan pandangan kritis terhadap pemerintah Saudi lewat kolomnya di koran Amerika Serikat, Washington Post, dan akun Twitternya yang sangat populer dengan lebih 1,6 juta pengikut.(*)

Penulis: Alfian
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved