Gempa Palu Donggala

Kampung Halamannya Belum Normal, Pengungsi Gempa Palu Gelar Pesta Pernikahan di Parepare

Resepsi pernikahan Qadri Anugrah Perdana dan Yusnita yang selama ini menetap di Jl Asam, Kota Palu, Sulteng, terpaksa dipindahkan ke Parepare.

Kampung Halamannya Belum Normal, Pengungsi Gempa Palu Gelar Pesta Pernikahan di Parepare
mulyadi/tribuntimur
Resepsi pernikahan Qadri Anugrah Perdana dan Yusnita yang selama ini menetap di Jl Asam, Kota Palu, Sulteng, terpaksa dipindahkan ke Parepare. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Resepsi pernikahan Qadri Anugrah Perdana dan Yusnita yang selama ini menetap di Jl Asam, Kota Palu, Sulteng, terpaksa dipindahkan ke Parepare.

Pemindahan resepsi pernikahan itu karena kondisi Palu yang belum normal.

"Persiapan acara sudah jauh hari dilakukan tetapi karena adanya musibah bencana di Palu sehingga acara dipindahkan ke rumah keluarganya yang di jalan Industri, Kota Parepare,"terang salah satu kerabat mempelai wanita, H Sudi, Rabu (17/10/2018).

Baca: Nangis, Pasha Ungu Siap Mundur dari Jabatan Wakil Wali Kota Palu Usai Gempa Bumi dan Tsunami

Kedua mempelai yang selama ini bekerja di Palu belum bisa langsung pulang karena masih menunggu kondisi daerah berjuluk mutiara khatulistiwa ini berangsur pulih.

"Sementara kedua mempelai tetap masih akan berada di Parepare dan belum ke Palu karena masih menunggu kondisi disana cukup stabil,"jelasnya.

Sebelumnya, korban meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, Parigi terus bertambah.

Jumlah korban meninggal dunia hingga Selasa (09/10/2018) pada pukul 13.00 Wita sebanyak 2.010.

Korban meninggal ini terdapat di wilayah Kota Palu 1.601 orang, Donggala 171 orang, Sigi 222 orang , Parigi Moutong 15 orang , Pasangkayu, Sulbar 1 orang.(*)

Penulis: Mulyadi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved