Kadis DLHK Bulukumba Optimistis Sabet Penghargaan Adipura Tahun Ini

Jakstrada ini merupakan prasyarat dalam penilaian Adipura dan harus tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Kadis DLHK Bulukumba Optimistis Sabet Penghargaan Adipura Tahun Ini
handover
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba, Andi Misbawati A Wawo 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bulukumba, Andi Misbawati A Wawo, mengaku optimistis dapat meraih penghargaan Adipura tahun ini.

Pasalnya, berdasarkan penilaian satu dan dua, kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi ini, berhasil meraih nilai di atas standar.

Bahkan di wilayah selatan Sulawesi Selatan (Sulsel), kabupaten yang lolos ketingkat penilaian Adipura hanya ada dua kabupaten, yakni Bulukumba dan Kabupaten Bantaeng.

"Kami optimistis. Ada perubahan yang kita lakukan dari tahun-tahun lalu. Sekarang petugas kebersihan menjadi dua shift kerja. Juga perubahan manajemen untuk kebersihan kota kita lakukan," ujar Andi Misba, Rabu (17/10/2018).

Baca: Pebalap Bulukumba Andi Gilang Raih Juara di ARRC, Ini Video Kehebatannya dan Foto-foto Selebrasinya

Untuk pengumuman Adipura, Andi Misba mengaku belum mengetahui kepastiannya.

Dia memprediksi pada November mendatang.

Misba menceritakan, saat ini pihaknya sementara menyusun Kebijakan Stretegi Pengelolaan Sampah (Jakstrada), mulai dari tahun 2017 hingga 2025 mendatang.

Jakstrada ini merupakan prasyarat dalam penilaian Adipura dan harus tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Untuk pengiriman Jakstrada ini, kata Misba, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan jangka waktu maksimal 23 Oktober 2018 mendatang.

"Paling lambat tanggal 23, tapi kita akan kirim Jakstrada kita InsyaAllah tanggal 19 mendatang. Kita sementara perbaiki," katanya.

Baca: Nyaleg, Pengusaha Warung Kopi Bulukumba Syahran Afffandi Ogah Buat Janji

Ia berharap, perjuangan meraih penghargaan Adipura ini bukan hanya menjadi hal yang bersifat seremonial, namun berdampak pada perubahan pola pikir warga Bulukumba yang mencintai kebersihan.

Tanpa perubahan pola pikir masyarakat, lanjut Misba, Bulukumba tidak akan bisa mewujudkan kota yang bersih dari sampah.

Sekadar diketahui, kabupaten pembuat Perahu Pinisi ini, gagal meraih penghargaan Adipura tahun 2017 lalu.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved