Pemerintah Kota Palu Mengaku Dapat Bantuan Logistik Didominasi Pakaian Bekas

Itupun bantuan yang masuk di pemerintah kota Palu hanya berisi 24 karung beras, dan kebanyakan pakaian bekas.

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pemerintah Kota Palu mengakui pembagian logistik untuk korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah belum merata.

Hal itu terjadi karena masih minimnya logistik disediakankan Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan para korban yang mengungsi di 13 titik posko pengungsian di Kota Palu.

"Ada berita beredar bahwa Pemerintah Kota Palu menerima bantuan 80 truk, 17 truk dari Kementerian Memang ada masuk di Kota Palu, tapi masuk ke kami hanya 2 truk," kata Wali Kota Palu, Hidayat.

Itupun bantuan yang masuk di pemerintah kota Palu hanya berisi 24 karung beras, dan kebanyakan pakaian bekas.

Pak Wali mengata kenapa sehingga logistik tidak merata ke posko pengungsian, karena yang membawa bantuan membagikan secara langsung.

"Mana mereka tau disitu terus. Akhirnya yang lain tidak dapat. Banyak, saya sendiri sudah cek langsung apa benar logistik sampai, ternyata tidak," sebutnya.

Justru kata Hidayat, mulai hari pertama banyak mendapatkan laporan dari masyarakat belum mendapat bantuan dari pemerintah.

"Kami yang disebut tidak ada pemerintah bantuanya, padahal bantuan itu bertubi tubi masuk. Kami tidak tau kemana bantuan itu,"ujarnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah kota Palu untuk mengantisipasi pembagian logistik tidak merata, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan BNPB.

"Tadi malam (Selasa) kami rapat dihadiri pak Endang dari BNPB. Kami menyarankan ke BNPB agar semua bantuan logisitik silahkan masukan ke Pemerintah Palu, Donggala, Sigi, Korem dan Gubernur karena itu yang resmi," sebutnya. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved