Gowa Siap Terapkan Aplikasi Sigalih

Pemerintah Kabupaten Gowa mengaku siap menerapkan aplikasi Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan (Sigalih).

Gowa Siap Terapkan Aplikasi Sigalih
HANDOVER
Pemkab Gowa melakukan Video Conference dengan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia di Baruga Tinggimae Rujab Bupati Gowa, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA-Pemerintah Kabupaten Gowa mengaku siap menerapkan aplikasi Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan (Sigalih).

Ini disampaikan Sekda Gowa, Muchlis, usai Video Conference dengan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia yang dipusatkan di Jawa Timur, Kamis (11/10/2018).

"Kami di Gowa alhamdulillah siap menerapkan Sigalih ini, dari 26 puskesmas kami telah melakukan pelatihan pembinaan ke enam puskesmas dan 27 posbindu, dimana tenaga yang dilatih adalah enam petugas indra puskesmas dan 12 orang kader posbindu" katanya di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa.

Lebih jauh, Pemkab Gowa sudah menerapkan di setiap sekolah sejak 2017 lalu.

"Pemkab Gowa sudah melakukan deteksi dini di 28 sekolah sejak 2017 lalu dan pada 2018 ini dianggarkan dalam APBD dan hasilnya menjadi 110 sekolah," katanya.

Sekolah yang belum masuk akan dilanjutkan di tahun 2019 mendatang sehingga Gowa bisa ditarget tuntas masalah gangguan penglihatan.

Khusus wilayah dataran tinggi kata Muchlis diharapkan dalam waktu dekat akan dikembangkan Gowa Smart City sehingga semua kecamatan bisa terakses internet dengan baik sehingga program Sigalih ini dapat berjalan secara baik juga.

Ditempat yang sama, Kadis Kesehatan Gowa dr. Hasanuddin menjelaskan Sigalih ini merupakan aplikasi pencatatan dan pelaporan yang selalu update.

"Jadi aplikasi ini berisikan informasi yang tersambung antara posbindu, puskesmas dan rumah sakit untuk bisa memberikan informasi yang dibutuhkan agar penanganan pasien lebih cepat, efektif dan efisien," ujarnya.

Selain itu aplikasi tersebut untuk pencegahan dini atas kerusakan mata terutama diakibatkan katarak.

Pemkab Gowa sejak 2017 lalu sudah bekerja melakukan penuntasan gangguan penglihatan.

Dari itu ditemukan 727 orang penderita katarak, penderita kelainan Refraksi (khusus pada anak-anak sebanyak 587 orang, penderita glaukom 29 orang, penderita xerothalmia sembilan orang dan low vision tidak ada.

Dan pada tahun 2018 dijajaki kembali dimana penderita katarak menjadi 729 orang, penderita kelainan refraksi menjadi 532 orang, glaukom 16 orang, xerothalmia 38 orang dan low vision 30 orang.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved