Accera Kalompoang Gowa Jadi Warisan Budaya Nasional

Pengakuan Kemendikbud tersebut dinilai sebagai upaya untuk melestarikan nilai-nilai yang dikhawatirkan hilang tergerus zaman.

Accera Kalompoang Gowa Jadi Warisan Budaya Nasional
waode nurmin/tribungowa.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menerima dua sertifikat warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menerima dua sertifikat warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni mengatakan, sertifikat itu diberikan atas tradisi Accera Kalompoang atau penyucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa dan pergantian pasukan jaga atau pasukan tubarani di museum Istana Balla Lompoa.

"Sertifikat itu diserahkan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dalam satu acara yang dihadiri gubernur, bupati, wali kota, dan kepala dinas pariwisata berbagai provinsi Indonesia,"ujarnya.

Menurut Abdul Rauf, kedua item tersebut memang sudah layak untuk mendapatkan pengakuan, karena merupakan hal yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat Gowa.

Baca: Gowa Siap Terapkan Aplikasi Sigalih

Pengakuan Kemendikbud tersebut dinilai sebagai upaya untuk melestarikan nilai-nilai yang dikhawatirkan hilang tergerus zaman.

"Sekaligus dengan sertifikat itu, maka kegiatan serupa tidak dapat diklaim lagi oleh daerah lain baik secara defacto maupun de jure menjadi kekayaan budaya Gowa,"ujarnya.

Accera Kalompoang sendiri dimulai pada saat pemerintahan raja Gowa yang ke-9 Karaeng Tumaparisi Mallona sekitar tahun 1510.

Tradisi ini bertahan hingga saat ini. Setiap tahunnya dilaksanakan bertepatan dengan hari raya Idhul adha.

Sementara itu, untuk prosesi pergantian jaga yang dilakukan oleh puluhan pasukan tubarani sejak zaman kerajaan Gowa dan masih berlanjut di halaman istana Balla Lompoa setiap bulannya pada tanggal 17 .

Pasukan ini menggunakan pakaian adat berwarna merah tampil lengkap dengan senjata khas serta panji-panji kerajaan Gowa.

Mereka berkirab diiringi tabuhan gandrang, alat musik khas Sulawesi Selatan.

Baca: Bupati Gowa Minta Distribusi Pupuk dan Benih dari Kementan Tepat Waktu

Warisan budaya tak benda sendiri merupakan beragam tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta, serta kemahiran kerajinan tradisional.

Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Mardani Hamdan menambahkan, sebelum pemberian sertifikat ada beberapa tahap yang harus dilalui seperti menyiapkan seluruh dokumen naskah,dokumentasi dan video terkait dengan item accera Kalompoang dan pergantian pasukan jaga.

"Bulan Agustus kemarin sidang dan verifikasinya. Alhamdulillah keduanya mendapat pengakuan," ujarnya.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved