40 Penyuluh Agama Non PNS Ikuti Diklat Teknis Subtantif di Kemenag Barru

Kepala Kemenag Barru, Dr Safruddin mengatakan, dalam kegiatan itu Kemenag Barru mengikutkan 40 penyuluh se-Barru

40 Penyuluh Agama Non PNS Ikuti Diklat Teknis Subtantif di Kemenag Barru
akbar/tribunbarru.com
40 penyuluh keagamaan non PNS foto bersama dengan Kepala Kemenag Barru, Dr Safruddin dan Kepala Seksi Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Balai Diklat Keagamaan Makassar, Andi Isra, usai Diklat teknis subtantif di aula Kemenag Barru, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Balai Diklat Keagamaan Makassar bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Barru, menggelar kegiatan Pendidikan dan pelatihan (Diklat) teknis subtantif terhadap penyeluh keagamaan non PNS di Barru.

Diklat tersebut digelar di aula Kemenag Barru Jl HM Saleh Lawa, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (11/10/2018).

Kepala Kemenag Barru, Dr Safruddin mengatakan, dalam kegiatan itu Kemenag Barru mengikutkan 40 penyuluh se-Barru yang memiliki komptensi yang baik.

"Dari kegiatan Diklat ini kita harapkan para penyuluh keagamaan di Barru dapat menambah wawasan keilmuannya dan mampu mengimplementasikan di lapangan," kata Safruddin kepada TribunBarru.com.

Kepala Seksi Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Balai Diklat Keagamaan Makassar, Andi Isra menambahkan, dari kegiatan Diklat tersebut ada tiga materi yang diberikan kepada para peserta penyuluh.

"Tiga materi itu yakni materi dasar, inti dan materi penunjang," sebutnya.

Materi dasar yang dimaksud adalah meliputi pembangunan di bidang agama, pembangunan SDM kementerian agama dan peningkatan kualitas Diklat teknis pendidikan dan keagamaan.

Sedangkan untuk materi inti yakni meliputi seluruh materi substansi penyuluhan, materi kebangsaan serta revolusi mental.

Dan untuk materi penunjang juga terbagi, ada materi BLC, materi pengarahan program dan ditutup dengan materi rencana tidak lanjut.

"Jadi, dalam Diklat ini tidak hanya berakhir sampai di sini saja, akan tetapi ke depan ada proses tindak lanjut untuk mengimplementasikan di tempat kerja masing-masing (penyuluh)," ucapnya.

Adapun tujuan utama dari Diklat tersebut, kata Andi Isra, yakni untuk meningkatkan kompetensi dari para penyuluh agama, khususnya di Barru.

"Jadi ke depat kita berharap dengan adanya Diklat ini kompetensi dari penyuluh agama di Barru ini dapat lebih meningkat baik dari segi sikap, pengetahuan dan keterampilan, sehingga penyuluh yang ada betul-betul berkompeten dan profesional dalam menjalankan tugas," tuturnya.

Penulis: Akbar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved