Unibos Tuan Rumah Workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah

Hadir membuka Wakil Rektor I Unibos, Ir. Baharuddin, Ph.D. Sementara perwakilan Kemenristek Dikti oleh Kasubdit Fasilitasi Jurnal

Unibos Tuan Rumah Workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah
munawwarah/tribuntimur.com
Universitas Bosowa (Unibos) Makassar dibawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Maysrakat (LPPM) bekerjasama Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menggelar Workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik Tahun 2018, Selasa (9/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Universitas Bosowa (Unibos) Makassar dibawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Maysrakat (LPPM) bekerjasama Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menggelar Workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik Tahun 2018, Selasa (9/10/2018).

Hadir membuka Wakil Rektor I Unibos, Ir. Baharuddin, Ph.D. Sementara perwakilan Kemenristek Dikti oleh Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah Dr Lukman juga memberika sambutannya.

Dihadiri kurang lebih 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi, para dosen penerbit jurnal yang tidak hanya berasal dari Sulawesi, tetapi juga dari pulau Jawa, Sumatera, Ambon dan Ternate. Selanjutnya workshop hanya diselenggarakan di 14 wilayah se-Indonesia yang juga akan diselenggarakan di Manado, Sorong dan Kupang.

Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah, Dr Lukman mengatakan workshop tersebut akan sangat bermanfaat bagi para Lektor Kepala disuatu perguruan tinggi yang memang saat ini publikasi menjadi suatu tuntutan.

“Tuntutan Lektor Kepala dan Guru Besar memang harus memiliki publikasi jurnal. Ini juga menjadi beban besar Kemenristek Dikti yang diharapkan mampu mewujudkan 8.000 jurnal dalam waktu setahun ini. Kita berharap kedepan Indonesia bisa menempati peringkat I dan II pada penempatan jurnal terakreditasi. Itu sebabnya kegiatan ini dilakukan untuk meminimalisasi kegagalan dan meningkatkan kualitas publikasi,"kata Lukman.

Lukman yang juga bertindak sebagai narasumber juga mengingatkan unsur-unsur penting yang perlu diperhatikan dalam penilaian jurnal terakreditasi. Seperti penamaan jurnal ilmiah, kelembagaan penerbit, penyuntingan dan menajemen jurnal, subtansi artikel, gaya kepenulisan, keberkalaan dan penyebarluasan.

"Nah jurnal ilmiah terakreditasi ini penting khususnya bagi lektor kepala dan guru besar karena akan berpengaruh terhadap tunjangan mereka,"kata Lukman.

Untuk itu, penting dicatat salah satu proses yang harus dilakukan dosen yang ingin publish jurnal adalah dengan aktif melakukan perbaharuan akun Sciences and Technology Index (SINTA) yang merupakan dalah satu sistem aplikasi berbasis web yang dikelolah oleh kemenristek dikti untuk memudahkan tenaga pengajar memiliki data terkoneksi se indonesia.

"Namun sbelum jurnal terakreditasi di akun SINTA, jurnal wajib diajukan ke ARJUNA akreditasi Jurnal Nasional untuk pengelolaannya. Pengajuan jurnal akreditasi ke ARJUNA sifatnya wajib,"ingatkan Lukman.

Selanjutnya sebelum membuka acara, WR I Unibos juga berpesan agar para dosen Unibos memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas tulisan dan publikasinya yang akan sangat membantu dalam penilaian akreditasi dan pemeringkatan perguruan tinggi.

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved