Cadangan Devisa Menurun Rp 47,9 T di September
Angka itu lebih rendah sekitar USD 3,1 miliar atau Rp 47,09 triliun dibandingkan akhir Agustus 2018 di angka USD 117,9 miliar
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Nurul Adha Islamiah
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Cadangan devisa Indonesia berada di angka USD 114,8 miliar atau Rp 1.744,15 triliun (USD 1 = Rp 15.193) pada akhir September 2018.
Angka itu lebih rendah sekitar USD 3,1 miliar atau Rp 47,9 triliun dibandingkan akhir Agustus 2018 di angka USD 117,9 miliar atau Rp 1/791,25 triliun.
Direktur Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan dalam siaran persnya menuturkan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," katanya.
Penurunan cadangan devisa pada September 2018 terutama dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
"Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bank-indonesia-03092018_20180903_200312.jpg)