Kasus Dugaan Korupsi Sikdes Mandek, ACC Soroti Kinerja Polres Maros

Kasus dugaan korupsi pengadaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Sikdes) tahun 2013 belum menuai kejelasan.

Kasus Dugaan Korupsi Sikdes Mandek, ACC Soroti Kinerja Polres Maros
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC), Sulawesi, Abdul Kadir. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Setahun bergulir di Polres Maros, kasus dugaan korupsi pengadaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Sikdes) tahun 2013 belum menuai kejelasan.

Padahal Unit I Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Maros, telah melakukan pemeriksaan maraton terhadap 80 kepala desa dari 14 kecamatan.

Wakil Direktur Anti Corruption Committee (ACC), Sulawesi, Abdul Kadir menilai, Rabu (3/10/2018) kinerja Polres Maros, tidak maksimal dalam menangani kasus dugaan korupsi.

Polres terkesan sengaja mengulur waktu lantaran adanya target lain, selain penetapan tersangka.

"Kenapa Polres terlalu lama mengusut kasus Sikdes. Apa apa ini. Jangan sampai ada permainan antara calon tersangka penyelidik," kata Kadir.

Kadir menangih janji Polres untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Dia curiga, ada oknum yang dimanfaatkan Polres sehingga pengusutan satu kasus menghabiskan waktu yang cukup lama.

Kadir mendesakPolda Sulsel, untuk mengambil alih atau melakukan pengawasan terhadap kinerja Polres Maros, yang tidak becus.

Pengawasan Polda sangat dibutuhkan, supaya Polres Maros bisa serius menangani kasus Sikdes maupun dugaan korupsi lainnya.

"Untuk saat ini, Polres Maros sangat penting disupervisi dan mendapatkan pengawasan dari Polda Sulsel. Jika Polda turun tangan, Polres Maros pasti serius menangani kasus," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved