DPRD Selayar Rapat Dengar Pendapat Dugaan Korupsi Kades Teluk Kampe

Adapun Laporan dari LSM pemerhati Pulau Jampea terkait dugaan Korupsi Kades Teluk Kampe antara lain, pembangunan jalan desa.

DPRD Selayar Rapat Dengar Pendapat Dugaan Korupsi Kades Teluk Kampe
nurwahidah/tribunselayar.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Selayar menggelar rapat kerja dengar pendapat perihal laporan dugaan tindak pidana korupsi kepala Desa Teluk Kampe, Kecamatan Pasimasunggu di Ruang Rapat Komisi I DPRD, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (3/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Selayar menggelar rapat kerja dengar pendapat perihal laporan dugaan tindak pidana korupsi kepala Desa Teluk Kampe, Kecamatan Pasimasunggu.

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi I DPRD, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (3/10/2018).

Dihadiri Ketua Komisi I DPRD Ady Ansar, Kepala Desa Teluk Kampe Abd Wahab, asisten 1 Suardi, Camat Pasimasunggu Siregar, Inspektorat Kabupaten Ar Krg Magassing, Irban 1 Inspektorat Andi Muliati.

Anggota komisi I DPRD Ady Ansar, mengatakan bahwa beberapa hari lalu ada sejumlah mahasiwa datang Kejaksaan Negeri untuk menyampaikan aspirasinya.

Baca: ACC Catat 13 Kasus Korupsi Mandek di Polda Sulsel, Ini Daftarnya

Baca: Wow, Kasus Korupsi Dana Desa Pongkeru Lutim Rp 670 Juta, Kalahkan Kasus di Bone

"Mereka memberikan laporan dugaan tindak pidana korupsi. Kita berharap ada kesepakatan yang kami bangun dengan muspida bahwa terkait laporan mengenai pelaksanaan pemerintahan desa dan pemanfaatan dana desa," katanya.

Suardi menambahkan pihaknya telah membaca apa yang telah dilakukan oleh inspektorat dan apa yang dipersoalkan beberapa poin sudah ada penyelesaian.

"Semua yang yang menjadi temuan yang dilaporkan oleh LSM pemerhati Pulau Kampea telah kita tindak lanjuti, termasuk pengembalian anggaran sebanyak Rp 148.151.690 dari desa yang bersangkutan," tuturnya.

Sementara itu, Andi Muliati menjelaskan pihaknya telah datang di Desa Teluk Kampe untuk memeriksa akhir masa jabatan kepala desa.

"Pada saat pemeriksaan ada beberapa pengerjaan fisik seperti trotoar. Memang kenyataanya begitu dan kepala Desa Teluk Kampe sudah menyelesaikan dengan jumlah sekitar Rp 7 juta," ungkapnya.

"Masa jabatan kepala Desa satu periode enam tahun setiap tahun kami melakuan pemeriksaan pendahuluan dan pemeriksaan reguler dan pada saat pemeriksaan pendahuluan kami sudah memberikan peringatan, kepada kepala Desa bahwa akan ada temuan," tuturnya.

Adapun Laporan dari LSM pemerhati Pulau Jampea terkait dugaan Korupsi Kades Teluk Kampe antara lain, pembangunan jalan desa, dugaan pungli dan pembangunan kantor BPD Desa Teluk Kampe.(*)

Penulis: Nurwahidah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved