Gempa Palu Donggala

Bupati Pasangkayu Bantah Adanya Penjarahan Bantuan untuk Korban Gempa Palu Donggala

"Bahkan kita juga sudah bantu mereka logistik membuatkan di sana posko dan dapur umum agar mereka tidak kelaparan,"ujarnya.

Bupati Pasangkayu Bantah Adanya Penjarahan Bantuan untuk Korban Gempa Palu Donggala
nurhadi
Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa menampung sekitar 500 warganya di rujab yang mengungsi usai merasakan getaran gempa pada Jumat (28/9/2018) petang. 

TRIBUNSULBAR.COM, PASANGKAYU - Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa membantah adanya pemberitaan yang menyebutkan terjadi penjarahan bantuan korban gempa Palu di wilayah Pasangkayu.

"Meskipun warga saya ikut terkena dampak, tapi tidak mungkin begitu. Justru kita ini yang membantu para korban di sana,"kata Agus kepada TribunSulbar.com, Rabu (3/10/2018).

Kata Agus, justru pihak Pemerintah Pasangkayu, Sulawesi Barat, ikut melayani semua masyarakat yang mengungsi ke Pasangkayu usai dihantam tsunami pada Jumat (28/9/2018) petang lalu.

"Bahkan kita juga sudah bantu mereka logistik membuatkan di sana posko dan dapur umum agar mereka tidak kelaparan,"ujarnya.

Meskipun demikian, Agus membenarkan adanya penjarahan bantuan logistik. Namun bukan terjadi di Pasangkayu, melainkan di Kabupaten Donggala.

"Jadi saya sesalkan itu kalau ada berita menyebut ada penjarahan bantuan di Pasangkayu. Pemkab Pasangkayu justru membangun posko dapur umum di Loli tempat sering terjadi penjarahan, agar masyarakat disana tidak lagi mengambil paksa bantuan,"kata dia.

"Bantuan Pemkab Pasangkayu sudah tiga truk langsung dibagi di Donggala. tidak dibawa ke Palu, tapi masih saja ada oknum masyarakat yang lakukan itu, seperti bantuanya Majene dalam perjalanan kemarin itu juga diambil paksa,"ucapnya.

Agus berharap agar ada peran pemerintah setempat baik kecamatan maupun desa, memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak ada lagi penjarahan bantuan di jalan.

"Mereka yang menjarah, itu-itu saja orangnya, bukan yang terkena dampak parah sementara yang di Palu ini terancam lapar. Bahkan saya sudah bilang jangan rampas nanti saya bantu berapa jumlah kalian dan saya kasi satu-satu uang di jalan, tapi mereka tetap mengambil paksa,"jelasnya.

Ia menuturkan, bahkan untuk memudahkan para relawan yang akan ke Palu dan singgah di Pasangkayu, pihak Pemkab juga membuka dapur umum Dinas Sosial dalam Kota Pasangkayu.

"Sudah dua hari kita buka di dalam Kota Pasangkayu, untuk bantu para relawan yang lewat darat dan para pengunsi yang sampai ke Pasangkayu,"ucapnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved