Pascagempa Donggala, Pertamina MOR VII Aktifkan Crisis Center

Pertamina terus melakukan identifikasi dampak bencana terhadap Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Donggala

Pascagempa Donggala, Pertamina MOR VII Aktifkan Crisis Center
HANDOVER
Menyemarakkan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2018 PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi memberi apresiasi kepada pelanggan setia produk Pertamina di wilayah Sulawesi, Selasa (4/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gempa berkekuatan 7,7 Scala Richter (SR) terjadi di Timur Laut Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diikuti beberapa gempa susulan, turut berdampak pada operasi Pertamina di wilayah Palu dan sekitarnya.

Hingga saat ini, Pertamina terus melakukan identifikasi dampak bencana terhadap Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Donggala, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE), Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) berikut sejumlah lembaga penyalur BBM dan elpiji.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M Roby Hervindo yang dihubungi, pagi tadi Sabtu (29/9/2018) menuturkan, saat ini Pertamina telah mengaktifkan crisis center atau Puskodal untuk mengkoordinir upaya-upaya penanganan.

"Kami terus berupaya mengumpulkan informasi terkait kondisi pekerja dan sarana fasilitas distribusi Pertamina di sekitar wilayah terdampak. Paralel, kami juga menyiapkan rencana alternatif penyaluran energi ke Palu dan sekitarnya. Hal ini tentunya sangat bergantung pada kondisi akses transportasi," ujar Roby.

TBBM Donggala selama ini menyuplai bahan bakar ke 55 SPBU, 3 SPBU Nelayan, 3 Agen Premium Minyak Tanah dan Solar (APMS) serta 1 Agen Minyak Tanah (AMT). Wilayah pasokannya meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Buol, Mamuju tengah, Mamuju Utara, Parimo, Poso, Sigi, Toli Toli. Sementara untuk kebutuhan elpiji di Sulawesi Tengah dipenuhi oleh 4 SPBBE.

"Sabtu ini Pertamina berencana mengirimkan tim dari Makassar ke Donggala untuk membantu tim setempat. Kami juga mempertimbangkan kondisi akses transportasi, karena bandara ditutup," kata Roby. Paralel, tengah disiapkan pula upaya-upaya untuk membantu penanganan korban bencana berupa bantuan makanan dan kebutuhan hidup dasar," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved