VIDEO: Hemat dan Aman, Owner Dangkot 86 Beralih ke Bright Gas

Tak dipungkiri, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan omzet di atas 300 juta pertahun masih banyak yang menggunakan gas elpiji 3 kilogram (kg).

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tak dipungkiri, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan omzet di atas 300 juta pertahun masih banyak yang menggunakan gas elpiji 3 kilogram (kg).

Padahal, peruntukannya gas LPG 3 kg ini ditujukan bagi Usaha Mikro dan Kecil yang omzet bersihnya di bawah Rp 300 juta. Itupun jumlahnya dibatasi

Salah satunya, bisnis kuliner Dangkot 86. Tahunan sudah beroprasi di Jl Sulawesi dan Jl Metro Tanjung Bunga Makassar. Manajemen UKM ini masih menggunakan tabung elpiji 3 kg.

Namun sejak 2 bulan terakhir, sang owner Wiwik sadar diri. Ia memutuskan migrasi dari elpiji 3 kg subsidi untuk rakyat miskin ke Brigh Gas 5,5 kg.

"Kenapa berpindah? Yah pertama Bright Gas mudah didapatkan, terus hemat dan aman. Makanya kami ganti ke Bright Gas," ujar Wiwik.

Di Dangkot 86, beberapa menu pilihan ditawarkan. Mulai dari olahan ayam, bebek, dan ikan lele.

"Harga mulai Rp 12 ribu hingga Rp 30 ribu. Kami buka mulai pukul 10.00 hingga 24.00 Wita," ujarnya

Sehari Dangkot 86 bisa menjual 200 porsi per hari per outlet. "Dibanding datang ke outlet, pembeli lebih banyak via Grab Food dan Go Food," katanya.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved