Belajar di Tenda Darurat, Siswa Korban Gempa di Tanjung Lombok Utara Hanya 5 Jam di Sekolah

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Barat meratakan sebagian besar rumah dan sarana pendidikan di Dusun Tengah, Desa Teniga

Belajar di Tenda Darurat, Siswa Korban Gempa di Tanjung Lombok Utara Hanya 5 Jam di Sekolah
UDIN
Pelajar di Dusun Dasan Tengah, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombol Utara, NTB, Jumat (28/9/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM, LOMBOK - Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Barat meratakan sebagian besar rumah dan sarana pendidikan di Dusun Tengah, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Akibatnya, pelajar tingkat SD hingga SMA mengikuti proses belajar di tenda darurat.

Ada juga kelas darurat terdiri dari bambu hasil swadaya warga setempat dibantu tenaga siswa.

Hal itupun tak menghapuskan keceriaan di wajah pelajar.

Mereka tetap duduk tenang dan mengikuti kegiatan sekolah.

Siswa mengikuti pelajaran yang diberikan meski terkadang guru hanya masuk untuk memberikan tugas.

Informasi diperoleh Tribun-Timur.com dari relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Jumat (29/9/2018), pelajar di kecamatan itu hanya mengikuti proses belajar selama lima hingga enam jam.

Hal itu karena tempat tidak memadai untuk menampung suluruh siswa dalam tenda yang tersedia.

"Mungkin karena kalau terlalu siang siswa kepanasan dan tempat yang tidak memadai. Makanya dipercepat," kata Koordinator Posko ACT Tanjung, Azim.(*)

Penulis: Mahyuddin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved