ACC Curigai OTT Eks ULP Parepare Sengaja Digantung

Kasus ini sudah lebih dari satu tahun berkasnya tak kunjung rampung dan masih berputar-putar antara penyidik dan JPU.

ACC Curigai OTT Eks ULP Parepare Sengaja Digantung
MULYADI
Panitia ULP Parepare saat diperiksa di Ruang Tipikor Polres Parepare, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) eks pokja Unit Lelang Pengadaan (ULP) Bagian Pembangunan Parepare dicurigai sengaja digantung.

Hal ini menyusul kasus ini sudah lebih dari satu tahun berkasnya tak kunjung rampung dan masih berputar-putar antara penyidik dan JPU.

"Saya menilai ada kesan kesengajaan menggantung kasus ini. Toh kasus OTT termasuk kategori perkara mudah yakni ada pelaku, barang bukti dan saksi. Jadi tidak sulit merampungkan perkaranya hingga ke meja hijau," jelas Wakil Direktur Anti Coruption Committee (ACC) Makassar, Abdul Kadir, Jumat (28/9/2018).

Kadir menuturkan, adanya perubahan pasal dari UU Tipikor ke pemerasan pidana umum membuat kasus ini terlihat ada kesengajaan menguntungkan tersangka.

Baca: Sudah Setahun, Belum Ada Kepastian Hukum Kasus OTT Staf ULP Parepare

Baca: Kasus OTT ULP Parepare, Kejari dan Polres Saling Lempar Bola

"Toh seandainya polisi serius, jangan ditangguhkan penahanannya hingga ke meja hijau. Ada penangguhan dan perubahan pasal maka publik bisa menilai, polisi tidak serius mengusut kasus ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Kanit Tipikor, Ipda Sukri Abdullah mengaku bahwa berkas kasus OTT ini sudah kembali dilimpahkan ke kejaksaan.

"Kami sudah limpahkan kembali dan saat ini berkasnya sudah di Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare," tuturnya.

Lima tersangka dalam kasus ini yang sudah hampir satu tahun ditangguhkan penahanannya yakni Mustadirham (sekarang Kabid di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), Zulkarnaen (Kabid di Bappeda) dan tiga orang lainnya masing-masing, Dede Alamsyah, Bahman dan Muh Idris.

Dalam kasus ini ditemukan barang bukti sebanyak Rp 12,5 juta yang diambil dari para tangan pelaku dan dicurigai diberikan oleh para kontraktor.(*)

Penulis: Mulyadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved