Ini Alasan Manajemen Kedai Pasar Kopi Pakai Bright Gas

Unit Manager Communcation & CSR MOR VII M Roby Hervindo mengapresiasi owner Pasar Kopi dengan memberikan plakat.

Ini Alasan Manajemen Kedai Pasar Kopi Pakai Bright Gas
Muhammad Fadly A/Tribun
Kedai Pasar Kopi di Jl Andi Djemma Makassar 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kedai kopi di Kota Makassar kian menjamur. Salah satunya Pasar Kopi di Jl Andi Djemma Makassar yang tetiba ramai kala pagi jelang siang tadi, Kamis (27/9/2018).

Saat manajemen Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi bersama manajemen Tribun Timur berkunjung ke kedai yang telah buka belum setahun itu.

"Menu andalan kami selain olahan kopi, juga beberapa menu minuman lainnya dengan harga kompetitif," kata Febrian Soplanit Penanggung Jawab Departemen Rosting Pasar Kopi.

Ditanya kenapa memilih bright gas, Pepeng sapaannya merasa sangat hemat ketika menggunakan Bright Gas.

"Tiap minggu kami konsumsi rerata 2 tabung bright gas 5,5 kg. Selain lebih hemat, yah kemanannya lebih baik. Garansi tidak bocor," katanya.

Apakah pernah mencoba tabung 3 kg?

"Kami tidak pernah pakai gas 3 kg. Soalnya peruntukannya untuk mereka yang kurang mampu, selain itu tekanan gasnya kurang stabil. Apalagi sangat riskan bila bau gas dan bau kopi tercampur," ujarnya.

Unit Manager Communcation & CSR MOR VII M Roby Hervindo mengapresiasi owner Pasar Kopi dengan memberikan plakat.

Dalam program ini Pertamina memberikan dukungan promosi unit usaha serta pelatihan mengenai pemasaran bisnis.

"Tentunya para pelaku usaha ini dapat menjadi contoh atau role model bagi pelaku usaha lainnya, agar menggunakan LPG non subsidi ataupun beralih dari LPG 3 Kg ke Bright Gas," kata Roby sapaanya.

Program berjalan 3 bulan ke depan, Pertamina menargetkan sebanyak 30 pelaku usaha yang terpilih. Sehingga harapannya, melalui apresiasi berbentuk promosi bisnis akan dapat mendukung pengembangan usaha mereka. (*)

"Kami berharap, program ini dapat meningkatkan konsumen yang mampu dan tidak berhak menggunakan LPG 3 kg untuk beralih ke LPG non subsidi," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved