Tata Cara dan Niat Puasa Ayyambul Bidh, Jangan Lewatkan
Inilah tata cara dan niat puasa Ayyamul Bidh selama tiga hari, termasuk di bulan Muharram.
TRIBUN-TIMUR.COM - Inilah tata cara dan niat puasa ayyambul bidh selama tiga hari, termasuk di bulan Muharram.
Pada bulan Muharram ini, selain melaksanakan puasa tasu’a dan puasa Asyura, ternyata ada pula puasa yang dilaksanakan pada tanggal 13,14, dan 15 Muharram.
Puasa ayyambul bidh tidak hanya dilaksanakan setiap bulan Muharram saja, tapi pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan lain dalam kalender Hijriah.
Sebelum melaksanakan ibadah tersebut, anda harus memperhatikan bacaan niat puasa ayyambul bidh yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Sehubungan saat ini umat muslim tengah berada di bulan Muharram, yang sebelumnya telah melaksanakan puasa tasu’a dan asyura, bisa melaksanakan ayyambul bidh.
Dalam kalender Arab, saat ini kita tengah berada di bulan Muharram yang termasuk Al-Asyhurul Hurum.
Pada pengertiannya, Al-Asyhurul Hurum merupakan bulan yang dimuliakan Allah Swt dan apabila umat Islam mengerjakan amalan-amalan kebaikan yang salah satunya adalah puasa pada bulan Muharram.
Dikutip Banjarmasinpost.co.id dari situs Nahdlatul Ulama Online atau nu.or.id, Imam Syafi'i menerangkan bahwa puasa di bulan Muharam disunahkan sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim.
Al-Qurthubi, seperti yang dikutip As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj 'ala Shahih Muslim menjelaskan bahwa puasa Muharram lebih utama karena merupakan awal tahun dan merupakan amalan utama mengawali tahun baru dengan berpuasa.
Adapun waktu puasa bulan Muharram menurut Muhammad 'Abdurrahman bin 'Abdurrahim dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Jami' At-Turmudzi dijelaskan bahwa puasa bulan Muharram diawali pada tanggal 8 Muharram karena pada tanggal tersebut disebutkan bahwa amalan manusia akan diangkat.
Dilanjutkan dengan puasa di tanggal 9 dan 10 Muharram yang memiliki keutamaan yaitu dapat menghapus dosa yang telah dilakukan selama satu tahun kemarin.
Pada tanggal 11 Muharram umat muslim juga disunnahkan puasa untuk mengiringi puasa Tasu'a dan Asyura dan tanggal 12 Muharram kita disunnahkan berpuasa yang pada hari tersebut merupakan hari diangkatnya amalan manusia.
Pada tanggal 13, 14 dan 15 Muharram, ummat Islam juga disunnahkan untuk berpuasa karena hari-hari tersebut merupakan ayyambul bidh.
Dalam kitab 'Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan bahwa sebab dinamai ayyambul bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.
Ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam.
Kemudian Allah memberikan wahyu untuk berpuasa selama tiga hari yaitu tanggal 13, 14, 15. Ketika hari pertama puasa, sepertiga badannya menjadi putih.
Hari kedua, sepertiganya menjadi putih dan hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.
Berikut niat puasa ayyambul bidh yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, 15 pada bulan Hijriah.
NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA’ALA
“Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta’ala.”
Itulah keutamaan dan bacaan dan niat puasa ayyambul bidh yang pada tanggal 13,14, dan 15 Muharram.
Tata Cara
Puasa ayyamul bidh memiliki beberapa tata cara.
1. Niat puasa putih boleh dilakukan setelah terbit fajar asalkan belum makan, minum dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya.
Berbeda dengan puasa wajib yang harus melakukan niat sebelum terbit fajar.
2. Seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah ketika bersama suaminya, terkecuali sudah mendapat izin dari sang suami.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
"Janganlah seorang wanita berpuasa sunnah sedang suaminya ada, kecuali dengan seizinnya."
3. Lebih dianjurkan ketika tidak bepergian
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2347. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
4. Tidak dilaksanakan pada tanggal 13 Dzulhijah
Tanggal 13 Dzulhijah merupakan bagian dari hari tasyriq, sehingga tidak dianjurkan untuk melaksanakan puasa putih.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tata-cara-dan-niat-puasa-ayyamul-bidh_20180923_023832.jpg)