VIDEO: Lihat, Petani Jeneponto Pakai Elpiji Operasikan Pompa

Masalahnya bensin kan sudah mahal, biasanya tidak cukup setengah jam (30 menit) habis satu liter.

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, BONTORAMBA - Petani di Jeneponto mengalihkan bahan bakar mesin pompa air persawahannya dari bahan bakar jenis premium atau bensin ke tabung gas elpiji 3 Kg.

Seperti yang dilakukan Kamaruddin (36), warga Dusun Balumbungan, Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Sudah tiga bulan terakhir ia menggunakan tabung gas 3 kilogram untuk mengoperasikan mesin pompa air miliknya.

"Sudah tiga bulan saya pakai ini. Awalnya saya lihat di Takalar yang pakai gas begini, jadi saya tiru, tidak lama banyakmi juga warga yang ikut," ujar Kamaruddin ditemui TribunJeneponto.com, Selasa (18/9/2018).

Hal itu ia dilakukan lantaran, harga BBM yang beberapa bulan terakhir ini terus merangkak naik.

"Masalahnya bensin kan sudah mahal, biasanya tidak cukup setengah jam (30 menit) habis satu liter. Kalau gas biasanya bisa sampai tujuh jam baru habis satu tabung," tuturnya.

Selain efisiensi dana dalam proses pengoperasian mesin pompa air, daya dorong yang dihasilkan dari bahan bakar gas jauh lebih unggul dibading menggunakan premium.

"Selama ini lancar mesinnya, bagus, malah lebih kuat lagi dorongan airnya kalau pakai gas," ungkapnya.

Harga BBM jenis premium saat ini di tingkat pengecer berkisar Rp 9.000- Rp 10 ribu per liter. Sementara tabung gas 3 Kg berkisar Rp 20 ribu - Rp 24 ribu per tabung di tingkat pengecer.

Simak videonya:(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved