Tahu Kabar Kakek Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Begini Reaksi Dandim Jeneponto
Sugiri mengaku prihatin dengan kondisi sang kakek yang hidup sebatang kara di atas rumah yang tidak layak huni.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Jiwa sosial Komandan Kodim 1425 Jeneponto, Letkol Arh Sugiri, tidak diragukan lagi.
Salah satu bukti, curhat seorang warganet di grup facebook Surat (Suara Rakyat Turatea) yang memposting foto warga miskin yang tinggal di gubuk kecil dan reyot, beberapa hari lalu, segera direspon oleh orang nomor satu di jajaran Kodim 1425 Jeneponto itu.
Dia adalah kakek Dg Sampara, warga Kampung Kassi-Kassi, Desa Balangloe Tarowang, Kecamatan Tarowang, Jeneponto.
Ia tinggal di atas rumah panggung berukuran lebih kurang 2×3 meter seorang diri selama tiga tahun terakhir.
Sehari-hari, sang kakek menyambung hidup dari belas kasih tetangga yang ada di sekitar rumahnya.
"Awalnya kita dapat info dari media sosial yag disheare rekan awak media, dari situ saya perintahkan anggota Babinsa bersama intel untuk telusuri keberadaannya. Dan Alhamdullah tadi ketemu," ujar Sugiri usai menyambangi rumah Dg Sampara, Rabu (19/9/2018).
Sugiri mengaku prihatin dengan kondisi sang kakek yang hidup sebatang kara di atas rumah yang tidak layak huni.
"Kondisinya cukup memprihatinkan, sudah tiga tahun katanya tinggal sendiri. Saya tanya tetangganya katanya keberadaan keluarganya sudah lama tidam ada kabar," ungkap Sugiri.
Melihat kondisi itu, ia pun memberikan bantuan berupa sembako untuk kehidupan sang kakek.
"Yang kita berikan tadi ada beras, mie instan, telur, dan saya tanya dia (Dg Sampara) katanya pakai kayu, makanya saya beri juga pembeli kompor gas untuk digunakan," tutur Suguri.
Bukan cuman kali ini Sugiri melakukan hal yang sama ke warga kurang mampu yang ada di Jeneponto.
Sebelumnya, ayah dari tiga orang anak itu juga pernah melakukan aksi sosial yang sama terhadap nenek Yona, warga Kampung Tabassi, Desa Paitana, Kecamatan Kelara, Jeneponto. Sugiri merehap rumah nenek Yona yang tidak layak huni menjadi rumah layak huni.
Baca: Rumahnya Disulap Dandim 1425 Jeneponto, Begini Reaksi Nenek Yona
Begitu juga dengan kakek Laga Dg Gau, warga Kampung Pannara, Kecamatan Binamu, yang tinggal di gubuk kecil. Dengan kedermawanan seorang Sugiri, ia menyulap rumah tidak layak huni yang ditinggali Dg Gau menjadi layak huni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sugiir_20180919_192146.jpg)