Desa Dandang Luwu Utara, Dulu Rawan Konflik Kini Berprestasi

Sebelum bersaing di tingkat provinsi, Dandang, lebih dulu dinobatkan sebagai juara satu lomba desa se-Luwu Utara.

Desa Dandang Luwu Utara, Dulu Rawan Konflik Kini Berprestasi
chalik mawardi/tribunlutra.com
Kepala Desa Dandang, Djahidin Patadari ketika menyerahkan laporan lomba desa tingkat Sulsel kepada tim penilai beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Pada akhir tahun 90-an dan awal 2000-an Desa Dandang dikenal sebagai daerah rawan konflik.

Sejumlah perkelahian bahkan peperangan yang menelan korban jiwa terjadi di desa yang berada di bagian selatan Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kala itu.

18 tahun berlalu, kini Desa Dandang yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sabbang tak lagi menyandang predikat rawan konflik.

Desa yang kini dipimpin oleh eks pengusaha tambang, Djahidin Patadari, sudah banyak berubah dan mengalami kemajuan.

Baru-baru ini, Dandang yang mewakili Luwu Utara bahkan dinobatkan sebagai juara harapan pertama pada lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018.

Walau hanya juara harapan pertama, Djahidin dan seluruh element masyarakat tetap bersyukur dan menyebut capaian itu sudah sangat luar biasa.

"Awalnya kami tidak pernah menyangka akan sampai di tingkat provinsi. Capaian ini menurut saya sudah membanggakan," kata Djahidin, Selasa (18/9/2018).

Sebelum bersaing di tingkat provinsi, Dandang, lebih dulu dinobatkan sebagai juara satu lomba desa se-Luwu Utara.

Prestasi itu diraih desa berjarak 31 kilometer dari ibu kota kabupaten karena memiliki sejumlah keunggulan dan inovasi.

Salah satunya adalah kemampuan pemerintah dan warga setempat meredam konflik.

Kemampuan berkoordinasi kepala desa dan aparat sangat baik, mempunyai infrastruktur yang baik sanitasinya 100/100, pemanfaatan IT, juga inovasi pemetaan wilayah.

Di bidang IT Dandang, kini memiliki aplikasi android. Aplikasi bernama 'Desa Dandang' dapat di download di Google Play Store. Dalam aplikasi itu, terdapat data hingga potensi desa.

Seperti data penduduk, kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, pertanian, perkebunan, keamanan, dan jumlah rumah.

"Aplikasi ini juga akan menyediakan data real time bagi pemerintah. Ini penting agar kebijakan yang diberikan pemerintah terhadap desa lebih akurat, cepat, dan tepat," tuturnya.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved