BPJS Kesehatan Bantah Hilangkan Tanggungan Operasi Katarak dan Pelayanan Bayi Lahir Sehat

Untuk diketahui, biaya operasi katarak ditanggung BPJS Kesehatan setahun sebesar Rp 2,6 triliun.

BPJS Kesehatan Bantah Hilangkan Tanggungan Operasi Katarak dan Pelayanan Bayi Lahir Sehat
ilo mangenre/tribun-timur.com
Kantor BPJS Kota Makassar, Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Sulsel. 

Yang ada adalah pengaturan penjadwalan dan frekuensi tindakan yang ditanggung BPJSKes.

Pelayanan fisioterapi, diatur maksimal 2 kali seminggu atau 8 kali sebulan (untuk satu siklus).

Apakah bisa lebih? jawabnya bisa, tergantung evaluasi oleh dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik.

Untuk diketahui biaya pelayanan fisioterapi yang belum diatur dalam setahun menyerap biaya sebesar hampir Rp 1 T.

Baca: BPJS Kesehatan: Sulsel Kekurangan 286 Dokter

Sama dengan biaya kumpulan dari 3 penyakit yang berhubungan dengan angka kematian yang tinggi, dalam hal ini Thalasemia, Sirosis Hati, dan Kanker darah/Leukemia.

"Ketiga penyakit ini dalam setahun menyerap biaya sebesar Rp 1 triliun. Artinya kalau ada pilihan prioritas, biaya yang ada tentu diprioritaskan untuk kasus yang menyangkut nyawa," ujar Fachmi.

Adapun pelayanan bayi sehat/normal pada pelayanan sectio tetap dijamin.

Pembayarannya dalam satu kesatuan dalam persalinan sectio, sebagai konsekuensi rawat gabung (room in). Tidak ada penghilangan peran dokter anak di sini.

Dalam pengaturan ini, tidak ada hal baru sama sekali.

Pengaturan ini lebih mengacu kepada kondisi sebelum tahun 2017, bahwa dari sistem biaya sectio yang dibayarkan, manajemen rumah sakit yang kemudian mengatur jasa medik untuk dokter obgyn dan jasa medik untuk dokter anak.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved