Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Heboh Sekolah Agama Yoga di Thailand yang Berbalut Ritual Berhubungan Intim

Pelaku pelecehan seksual tak lain pendiri sekolah tersebut, seorang pria asal Rumania bernama Narcis Tarcau.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
BANGKOK COCONUTS
Kegiatan di Sekolah Agama Yoga (kiri-kanan) dan foto Narcis Tarcau yang diambil 1999. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Agama, sebuah sekolah atau camp yoga populer di daerah Koh Phangan, Thailand, tengah menjadi perbincangan publik, baik Thailand maupun dunia.

Alih-alih menawarkan latihan yoga, relaksasi spiritual khas India, tempat ini disorot karena dilaporkan jadi sarang pelecehan seksual massal.

Pelaku pelecehan seksual tak lain pendiri sekolah tersebut, seorang pria asal Rumania bernama Narcis Tarcau.

 

Di sekolah tersebut, Narcis Tarcau merupakan guru utama.

Keberadaannya kini tak diketahui ke mana.

Pihak imigrasi Thailand meyakini Tarcau telah kabur meninggalkan Thailand melalui jalur darat.

Dilansir Bangkok Coconuts, 6 September 2018, kabar ini menjadi kehebohan tersendiri, karena sekolah yoga Agama cukup populer di kalangan turis yang datang ke Thailand.

Tempat ini sudah didirikan sejak 15 tahun lalu oleh Tarcau.

Bahkan, review tentang tempat ini bisa dengan mudah ditemukan di situs TripAdvisor.

Mantan murid yang menjadi guru senior di Agama, Flavia Tibucheski, mengungkap kebanyakan murid terpesona dengan Tarcau yang karismatik.

Para murid bahkan menganggapnya sebagai dewa.

"Dia suka ngomong blak-blakan, memaki, sehingga orang melihatnya sebagai pria yang lucu. Kami menganggap dia pria pemberontak, dan itu buat kami sesuatu yang keren," ujar Tibucheski.

Karena menganggap Tarcau sebagai sosok guru dan panutan, maka semua murid melakuka segala ajarannya.

Sayang, ajaran Tarcau kebanyakan hanya soal seks semata.

Narcis Tarcau di tahun 2008.
Narcis Tarcau di tahun 2008. (Facebook Page/ Swami Vivekananda Saraswati)

Murid senior di Agama, Nancy Miller, mengungkap penyimpangan yang terjadi di tempat tersebut.

"Semua pesan dia kepada murid selalu melibatkan seks. Seks adalah jawaban terhadap semua masalah, baik itu secara psikologi, spiritual, emosional, maupun fisik,” kata Miller, dikutip dari Bangkok Coconuts.

Nancy Miller ingat betul pesan yang diberikan oleh Tarcau kepadanya.

"Nancy, kau harus memberikan jiwa ragamu pada pria, kau harus menggoda mereka dengan matamu, dan punya pasangan sebanyak mungkin dari zodiak yang berbeda-beda," kata Nacy, menirukan ucapan gurunya itu.

Menurut Tarcau, itu adalah satu-satunya jawaban untuk mencari pasangan hidup.

Seorang murid lain, Ava (nama samaran), mengaku merasa ditekan di tempat itu oleh Tarcau.

Dia mengatakan, sudah menjadi objek seks oleh Tarcau selama 2 tahun di sana.

"Aku merasa tak punya pilihan lain. Aku merasa aku butuh obat, dan dia meyakinkanku, bahwa dialah satu-satunya obat bagiku," ujar Ava.

Dua Kali Sehari

Murid senior, Flavia Tibucheski, mengatakan, Tarcau mengajarkan keyakinan, bila vagina adalah kunci energi dari seorang wanita.

Dia bersikeras, gerakan vagina bisa melepaskan chakra seorang wanita, sehingga energi positif akan mengalir di dalam tubuh.

Suatu saat, Tibucheski untuk pertama kali diajak berhubungan intim dengan Tarcau.

Tibucheski merasa ada yang salah, dan memohon agar Tarcau berhenti.

Tapi Tarcau tak menurutinya.

"Tidak, chakramu masih terblokir di dalam. Kau melawan. Kamu minta aku berhenti karena ini terlalu enak buatmu," kata Tarcau.

Tibucheski mengaku hanya bisa pasrah, tak mampu melawan Tarcau yang punya badan tinggi besar.

"Yang bisa kulakukan hanya memohon agar dia berhenti," kata Tibucheski. 

Setelah pengalaman itu, Tibucheski mengaku tidak kabur begitu saja.

Dai terbujuk rayuan Tarcau, hingga masih saja ada di sekolah itu selama 2 tahun.

Sementara, seorang staf pria bernama Stephen (bukan nama sebenarnya), bersaksi, saat ia pertama datang ke tepat itu 5 tahun lalu, Tarcau punya 3 kekasih di sana.

Tapi, seiring tempat itu kian populer, kegemaran hubungan intim Tarcau makin menjadi.

Ia berganti-ganti pasangan.

Setidaknya, Stephen mengingat, Tarcau melakukan hubungan intim dua kali sehari.

Tapi, tak semua murid sedih dan trauma diajak berhubungan intim oleh Tarcau.

Murid lain, Michelle (bukan nama sebenarnya), mengatakan, banyak juga para murid yang bangga dan gembira bisa berhubungan intim dengan sang guru, Narcis Tarcau.

Tetap Jalan

Tak terhitung berbagai tulisan miring soal sekolah Agama Yoga ini beredar di media sosial, dan dipublikasikan media internasional.

Tapi nyatanya, sekolah ini tetap buka dan berjalan seperti biasa.

Meski, keberadaan Tarcau tak jelas di mana.

Lewat akun Facebook resmi mereka, pada 18 Agustus, pihak sekolah membantah semua hal yang diungkap oleh para saksi.

Meski begitu, mereka mengaku akan melakukan 'perubahan' dan menjanjikan adanya investigas menyeluruh. 

Di sisi lain, kepolisian Thailand tidak bertindak, lantaran tak ada laporan dari korban.

"Kami tak pernah menerima adanya laporan resmi. Tak ada korban yang melapor," ujar Kolonel Sathit Kongniam, Kepala Kepolisian Koh Phangan, dikutip dari Coconuts Bangkok.

"Bila korban tak melapor, polisi tak punya wewenang untuk menyelidiki," kata Kongniam.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Geger Sekolah Agama Yoga di Thailand, Sekolah Yoga Berbalut Ritual Berhubungan Intim, http://www.tribunnews.com/internasional/2018/09/13/geger-sekolah-agama-yoga-di-thailand-sekolah-yoga-berbalut-ritual-berhubungan-intim?page=all.

Penulis: Aji Bramastra

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved