Efek Penyesuaian PPh, Harga Mobil Impor Bakal Naik

Buat produk otomotif seperti mobil mewah, akan ada kenaikan menjadi 10 persen dari sebelumnya sekitar 2,5 persen hingga 7,5 persen.

Efek Penyesuaian PPh, Harga Mobil Impor Bakal Naik
Manajemen Kalla Toyota melakukan kunjungan ke kantor Tribun Timur di Jl Cendrawasih, Makassar, Senin (25/6). Kunjungan yang dihadiri oleh CEO Kalla Toyota, Hariyadi Kaimuddin. GM Marketing Kalla Toyota, Tarsimin dan Manajer Marketing Kalla Toyota, Aswan Amiruddin tersebut merupakan silaturahmi pasca Idul Fitri 1439 H. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Upaya keras pemerintah mengerem laju impor barang konsumsi, berujung pada penyesuaian Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22.

Buat produk otomotif seperti mobil mewah, akan ada kenaikan menjadi 10 persen dari sebelumnya sekitar 2,5 persen hingga 7,5 persen.

Tidak sampai di situ instrumen tambahan lain, seperti bea masuk yang dipukul rata sampai 50 persen, di mana sebelumnya berkisar 10 persen sampai 50 persen.

Lalu ada juga Pajak Pertambahan Nilai (PPn) yang angkanya masih tetap dipertahankan di angka 10 persen. Selanjutnya masih ada Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), antara 10 persen sampai 125 persen.

Menanggapi hal tersebut, CEO Kalla Otomotif, Hariyadi Kaimuddin mengikuti kebijakan pemerintah. Meski hanya kendaraan mewah, namun pasti ada pengaruhnya.

"Completely Built Up atau kendaraan yang diimpor ke Indonesia khusus Toyota tinggal sedikit. Paling Altis, Camry, Alphard, C-HR, Land Cruiser dan Voxy. Ditambah Jeep," katanya via pesan WhatsApp, Kamis (13/9/2018).

Pengaruh tersebut tentunya bakal menaikkan harga line up mewah tersebut. "Harga mobil Oktober sih, kemungkinan akan naik. Berapa itu? Beda-beda, pastinya tergantung kandungan lokal. Kalau CBU-nya liat aja dollar naik berapa," kata lelaki berkacamata itu.

Kepala Cabang BMW Astra Makassar, Candrika Brahmantya tidak ingin bicaranya banyak, menuturnya, sementara ini ia masih stay dengan harga yang lama.

"Sampai detik ini belum ada imbas. Karena mostly mobil kita kan sudah assembly di Indonesia," katanya.

Marcom Bosowa Berlian Motor (BBM), Edy Junaedy pun demikian. Produk yang masih impor dan tergolong mewah yakni Pajero Sport Dakar.

"Melihat kebijakan tersebut, tentu mau tidak mau bakal naik. Kapan itu? kita masih tunggu kebijakan pusat," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved