Anggaran Reses Diduga Fiktif, ACC Minta Kejati Panggil 50 Anggota DPRD Makassar

Selain memeriksa Sekwan DPRD Makassar, penyidik Kejaksaan harus memanggil semua anggota DPRD Makassar

Anggaran Reses Diduga Fiktif, ACC Minta Kejati Panggil 50 Anggota DPRD Makassar
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Direktur Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Abdul Mutalib. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Anti Corruption Commitee (ACC) mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat mengusut tuntas kasus anggaran reses 50 anggota DPRD Makassar yang diduga fiktif.

"Perkara ini harus diusut tuntas karena ini terkait perilaku. Sebab bisa jadi tindakan membuat laporan dan data fiktif itu sudah sering dilakukan dan fatalnya karena biaya untu bertemu konstituen disalahgunakan," Direktur ACC Sulawesi, Abdul Mutalib.

Selain memeriksa Sekwan DPRD Makassar, penyidik Kejaksaan harus memanggil semua anggota DPRD Makassar yang diduga terlibat dan mengetahui soal anggaran reses itu.

Sebab, jika benar anggaran reses 2015- 2016 anggota DPRD Kota Makassar adalah laporan dan data fiktif, tentu seluruh anggota yang melaporkan data fiktif tersebut juga harus bertanggungjawab.

Perkara seperti kata Talib masuk dalam kasus penyalahgunaan wewenang, yang bisa dikenakan pasal 2 dan 3 undang undang tindak pidana korupsi.

Sehari sebelumnya Kejaksaan telah
memanggil Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Makassar, Adwi Awan Umar, Rabu (12/09/2018) kemarin

Adwi dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyelewengan anggaran reses tahun anggara 2015/2016 di DPRD Makassar.

Pemeriksaan berlangsung hampir lima jam secara tertutup di lantai V Bidang Tindak Pidana Khusus

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved