Bantu Orangtua, Bocah SD di Makassar Ini Rela Jualan Jalangkote Sepulang Sekolah
Selama tiga tahun, aktifitas Lucky seperti langit dan bumi jika dibandingkan dengan anak seumurnya.
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Muhamad Lucky Wijaya (11) sudah tiga tahun menjajakan kue tradisional jalangkote, di sekitar Jl Toddopuli Raya Timur, Kota Makassar.
Dia bersama penjual jalangkote lain berburu uang seribu atau dua ribu rupiah untuk meringankan beban orangtua.
"Sekitar sini, kadang di Toddopuli empat, saya jual dua ribu," katanya menawarkan jualannya di Warkop Enreco, Jl Toddopuli Raya Timur, Sabtu (8/9/2018) siang.
Lucky masih duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD).
Baca: Jalangkote Rasa Keju The Movie Bakal Tayang di Layar Lebar Awal 2019
Selama tiga tahun, aktifitas Lucky seperti langit dan bumi jika dibandingkan dengan anak seumurnya.
Waktu bermain atau istirahat, dia pakai untuk menjual.
"Sudah tiga tahun dari saya kelas tiga SD saya selalu begini, saya senang karena bisa bantu ibu saya, setelah menjual ini nanti sore saya mengaji," ungkap Lucky.
Anak pertama dari tiga bersaudara itu setiap hari membawa 100 biji jalangkote yang sudah disiapkan ibu sepulang sekolah.
Jajanan itu dibawanya berkeliling dari jam 12.00 Wita hingga 16.00 Wita.
Baca: Gaji Tak Cukup, Guru Honorer SD Salomatti Maros Ini Nyambi Jualan Kue
"Alhamdulillah selalu habis kak, kalau sudah habis biasa saya main dulu, nanti jam empat baru pulang untuk mengaji, malam baru belajar lagi," tutur Lucky.
Saat anak-anak lain bercita-cita menjadi dokter, pilot, polisi atau tentara, Lucky hanya ingin menjadi seorang pengusaha jalangkote.
"Kalau cita-cita kak, kalau besar nanti saya jadi pengusaha saja, pengusaha jalangkote biar teruskan usaha ibu saya biar besar nanti ini," ujar Lucky.(dal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/makassar_20180908_180338.jpg)