Nilai Tukar Rupiah Terus Merosot, Harga Onderdil Motor Naik Hingga 15 Persen

Meski demikian, kenaikan harga ini tidak mempengaruhi jumlah konsumen atau pelanggan yang datang ke toko itu.

Nilai Tukar Rupiah Terus Merosot, Harga Onderdil Motor Naik Hingga 15 Persen
Hasan/tribun-timur.com
bengkel Variasi Motor di Jl Veteran 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika belakangan ini membawa dampak bagi beberapa produk impor, salah satunya suku cadang (sparepart) sepeda motor.

Hal itu diakui oleh sejumlah bengkel penjual suku cadang atau pelengkap sepeda motor di Jl Veteran Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Onni, salah satu pemilik usaha bengkel Variasi Motor di Jl Veteran mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar As sangat mempengaruhi harga suku cadang mengalami kenaikan.

"Semua produk hampir semua naik. Kenaikanya mencapai 10 sampai 15 persen," kata Onni kepada Tribun, Kamis (06/09/2018).

Salah satunya adalah produk karburator dari harga Rp 95 ribu menjadi Rp 125 ribu dan Piston dari harga Rp 85 ribu menjadi Rp 100 ribu.

Meski demikian, kenaikan harga ini tidak mempengaruhi jumlah konsumen atau pelanggan yang datang ke toko itu.

Musabahnya banyak masyarakat yang belum mengetahui depresiasi nilai rupiah terhadap dollar berdampak pada harga onderdil.

"Masih banyak masyarakat yang tidak tau. Konsumen yang datang juga tetap seperti biasa karena melakukan servis motor," tuturnya.

Namun demikian, Onni berharap nilai tukar rupiah terhadap dollar bisa secepatnya stabil seperti semula.

Berbeda disampaikan Aldi pemilik Bengkel Raya Motor. Menurutnya harga suku cadang di tokonya masih normal.

"Harganya belum naik, karena ini masih stok lama. Kecuali kalau stok baru, kemungkinan naik;" tuturnya.

Sekedar diketahui nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dollar terus merosot, hampir mencapai ambang batas psikologis.

Bahkan nilai tukar rupiah (kurs) terhadap dolar sudah menembus Rp 14.977 per dollar, atau level terendah sejak krisis 1998. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved