Miris, Atlet Tinju Popda Bantaeng Tidur Melantai di Teras Gedung

Kadispora Bantaeng, Syahrul Bayan saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

Miris, Atlet Tinju Popda Bantaeng Tidur Melantai di Teras Gedung
handover
Atlet Bantaeng tidak punya penginapan sehingga harus tidur pada bagian teras terbuka gedung yang hanya beralaskan karpet.

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - 20 atlet tinju Bantaeng tetap ikut pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Sulawesi Selatan yang berlangsung di Makassar.

Mereka berangkat dengan niat yang besar untuk mengharumkan nama daerah, meski tidak didukung oleh pendanaan dari Pemkab Bantaeng.

Mereka hanya dibekali oleh bantuan dari para dermawan, seperti transportasi berupa bus Pemkab yang dibantu oleh istri Nurdin Abdullah, Liestiaty F Nurdin.

Ada yang memberi uang tunai, air mineral dan makanan ringan, serta ada juga yang memberi pinjaman mobil untuk transportasi mereka.

Tetapi sayangnya, atlet tidak punya penginapan sehingga harus tidur pada bagian teras terbuka gedung yang hanya beralaskan karpet.

Baca: Soppeng Tak Utus Atlet Judo dan Tinju di Popda Sulsel

Baca: Andi Bakti Haruni Beri Motivasi 76 Atlet Popda Bone

Ketua Pertina Bantaeng, Rusdi pun menyayangkan hal tersebut. Dia merasa Pemkab tidak punya bentuk kepedulian untuk generasi penerus yang nantinya akan mengharumkan nama daerah.

"Ini contoh yang sangat miris dan sangat disayangkan sekali, sebab sangat jelas sikap Dispora yang tidak peduli terhadap atlet," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Selasa (4/9/2018).

Padahal, Kabid Olahraga Dispora menurutnya pernah menjanjikan bakal membantu 20 atlet yang akang berlaga di Popda, tapi kenyataannya justeru berbeda.

"Tidak ada sama sekali bantuan dari Dispora, kita bersyukur karena bisa dibantu oleh ibu Lies F Nurdin difasilitasi mobil," tuturnya.

Sementara itu, Kadispora Bantaeng, Syahrul Bayan saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

Pasalnya, Dispora telah berkomunikasi secara maksimal kepada pihak BPKD Bantaeng, termasuk permintaan dana yang juga telah diajukan, tetapi dananya memang belum cair.

"Karena kendala pendanaan inilah sehingga kami melarang agar pengelola cabor tidak ikut karena dananya memang belum cair. Semua semata-mata untuk menjaga nama Bantaeng dengan tidak memaksakan sesuatu," tuturnya.(*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved