BPJSKes Bersama Kadinkes Sulsel Tinjau Penerapan Rujukan Online

bertujuan untuk memberi kemudahan dan kepastian bagi peserta dalam mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan rujukan.

BPJSKes Bersama Kadinkes Sulsel Tinjau Penerapan Rujukan Online
HANDOVER
enyambut Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sulselbartramal, I Made Puja Yasa bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso mengunjungi Puskesmas Kassi-Kassi Jl Tamalate 1 Makassar untuk memastikan penerapan sistem rujukan online berjalan dengan lancar, Selasa (4/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menyambut Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sulselbartramal, I Made Puja Yasa bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso mengunjungi Puskesmas Kassi-Kassi Jl Tamalate 1 Makassar untuk memastikan penerapan sistem rujukan online berjalan dengan lancar, Selasa (4/9/2018).

Penerapan digitalisasi rujukan atau rujukan online dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bertujuan untuk memberi kemudahan dan kepastian bagi peserta dalam mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan rujukan.

Uji coba fase 1 rujukan online oleh BPJSKes yang telah dimulai sejak tanggal 15 Agustus yang lalu kini telah mulai memasuki fase 2 sejak 1 hingga 15 September 2018.

Penerapan sistem rujukan online sendiri dibagi menjadi tiga tahap. Pertama tahap pengenalan pada 15-31 Agustus, tahap penguncian 1-15 September dan tahap pengaturan 16-20 September 2018.

Pada tahap pengenalan, FKTP dibiasakan memakai P-Care. Pada tahap penguncian, rujukan dari FKTP yang terhubung jaringan komunikasi dan data harus dilakukan secara daring (dalam jaringan), kecuali FKTP belum punya jaringan komunikasi dan data.

Pada tahap pengaturan, rujukan dari FKTP mempertimbangkan kompetensi dan kapasitas rumah sakit tujuan.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sulselbartramal, I Made Puja Yasa menturkan, banyak hal positif yang diperoleh dari ujicoba selama fase 1, antara lain terkumpulnya data rumah sakit rujukan beserta dokter spesialis/subspesialis berikut jadwal prakteknya.

Lalu teredukasinya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk disiplin menggunakan aplikasi P-Care.

"Selain itu teredukasinya Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk senantiasa melengkapi dan meng-update data kompetensi dan sarana serta mulai dikenalnya konsep rujukan online bagi peserta,” kata Puja.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved