Bawaslu Enrekang Kabulkan Gugatan Hanura Terkait Dua Bacaleg yang Dicoret di Dapil 1

Hanura melakukan penggantian Bacaleg sebelum penetapan DCT sehingga gugatan mereka dikabulkan.

Bawaslu Enrekang Kabulkan Gugatan Hanura Terkait Dua Bacaleg yang Dicoret di Dapil 1
m aziz albar/tribunenrekang.com
Sidang adjudikasi penyelesaian sengketa proses Pemilu 2019 yang dihadiri pengurus DPC Hanura dan KPU Enrekang di Sekretariat Bawaslu Enrekang, Senin (3/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Enrekang akhirnya memutuskan mengabulkan gugatan DPC Hanura Enrekang terkait dua Bakal calon legislatifnya (Bacaleg) yang dicoret oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Enrekang.

Keputusan tersebut dibacakan dalam sidang adjudikasi penyelesaian sengketa proses Pemilu 2019 yang dihadiri pengurus DPC Hanura dan KPU Enrekang di Sekretariat Bawaslu Enrekang, Senin (3/9/2018).

Menurut Komisioner Bawaslu Enrekang, Suardi Mardua, dikabulkannya gugatan Hanura tersebut disesuaikan dengan fakta-fakta yang ditemukannya dalam persidangan.

Sehingga dua Bacaleg Hanura di Daerah pemilihan (Dapil) Enrekang 1, yakni Herlina dan Mahyani yang sebelumnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh KPU, kini menjadi Memenuhi Syarat (MS) untuk kemudian diakomodir dalam Daftar Caleg Tetap (DCT).

Herlina sendiri sebelumnya dinyatakan TMS lantaran menjadi Caleg pengganti dari Sandi Herman yang mengundurkan diri setelah deadline DCS, sedangkan Mahyani dinyatakan TMS karena surat keterangan kesehatan rohani, jasmani, dan Narkoba masuk setelah deadline KPU.

Baca: Soal DCS, Gugatan Hanura Enrekang Lanjut ke Tahap Sidang Ajudikasi

Baca: Mukhtar Tompo Pindah Partai, Ini Penggantinya di Fraksi Hanura DPR RI

"Jadi dari hasil persidangan, kita temukan di dalam regulasi semacam kekosongan hukum, yang menimbulkan miskomunikasi. Namun setelah ditelaah, memang ada hal membolehkan keduanya untuk diakomodir dalam DCT," kata Suardi.

Apalagi, lanjut Suardi, dalam PKPU larangan melakukan penggantian Bacaleg jika sudah penetapan DCT.

Sedangkan, Hanura melakukan penggantian Bacaleg sebelum penetapan DCT sehingga gugatan mereka dikabulkan.

"Lagian Bacaleg yang digantikan ini mundur karena kesadaran sendiri bukan tekanan partai, kita bekerja ini secara kewenangan dan prosedur yang ada jadi ini tidak inkonstirusional," tuturnya.

Dengan hasil ini, Bacaleg Hanura di Dapil Enrekang 1 yang hanya sembilan orang kini menjadi 11 orang sesuai kuota yang ditetapkan KPU.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved