KLM Wahyu Ilahi 02 GT 66 Hilang Kontak Angkut 17 Orang dan Ratusan Ternak

Suami Irma, Harianto Mangun ikut dalam kapal sebagai pemilik hewan yang hendak diangkut ke Jeneponto.

KLM Wahyu Ilahi 02 GT 66 Hilang Kontak Angkut 17 Orang dan Ratusan Ternak
muslimin emba/tribunjeneponto.com
Irma, istri salah satu pemilik hewan yang diangkut KLM Wahyu Ilahi 02, ditemui di Pelabuhan Jeneponto, Desa Bungen, Kecamatan Batang, Jumat (31/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Kapal pengangkut hewan, KLM Wahyu Ilahi 02 GT 66 dikabarkan hilang kontak saat berlayar dari Pelabuhan Marapokot, Embai, Nusa Tenggara Timur menuju Pelabuhan Jeneponto, Desa Bungen, Kecamatan Batang, Jumat (31/8/2018) siang.

Kapal berangkat dari Pelabuhan Marapokot, pada 30 Agustus  pukul 02.00 dini hari, kemudian rencana waktu kedatangan di Jeneponto, Jumat (31/8/2018) pukul 05.00 Wita.

Informasi yang diperoleh dari petugas keamanan Pelabuhan Jeneponto, Daeng Nassa, kapal mengangkut ratusan hewan.

"Informasi yang saya peroleh dari orang di sana (Pelabuhan Marapokot) ada 17 orang yang di atas kapal, empat perempuan dan 13 laki-laki, sementara hewan sekitar 200-an, kuda, sapi dengan kambing," tuturnya.

Baca: BREAKING NEWS: KLM Wahyu Ilahi 02 GT 66 Tujuan Pelabuhan Jeneponto Dikabarkan Hilang Kontak

Baca: Kemarin, SPKT Selayar Terima Enam Laporan Kehilangan Dari Warga

Dikatakan, biasanya kapal memuat hewan hingga 200-an ekor. Sementara, Irma istri dari Harianto Mangung yang ikut dalam kapal mengungkapkan, ia loss kontak dengan suaminya sejak semalam hingga sore ini.

"Dari tadi malam saya hubungi tidak nyambung-nyambung sampai sekarang. Saya juga sudah hubungi pihak KP3 Pelabuhan Marapokot tapi belum dapat kabar juga," tuturnya.

Suami Irma, Harianto Mangun ikut dalam kapal sebagai pemilik hewan yang hendak diangkut ke Jeneponto.

Pegawai Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Jeneponto, Bahar (40) juga mengaku belum mendapat kabar keberadaan kapal.

Kapal yang dijadwalkan sandar di Pelabuhan Bungen Jeneponto pukul 05.00 pagi, terhitung telah mengalami keterlambatan hingga 10 jam.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved