Sudah Setahun, Belum Ada Kepastian Hukum Kasus OTT Staf ULP Parepare

Berkas kasus yang dikenakan UU Tindak Pidana Korupsi pasal pemerasan ini sudah kurang lebih empat kali bolak-balik berkasnya

Sudah Setahun, Belum Ada Kepastian Hukum Kasus OTT Staf ULP Parepare
Mulyadi/Tribun Timur
Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Herly Purnama (kemeja kotak-kotak) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Sudah setahun Kepolisian Resort (Polres) Parepare melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) lima orang ASN Pokja Unit Lelang Pengadaan (ULP) Parepare tetapi hingga saat ini belum ada kejelasan.

Berkas kasus yang dikenakan UU Tindak Pidana Korupsi pasal pemerasan ini sudah kurang lebih empat kali bolak-balik berkasnya dari penyidik Polres Parepare ke Kejari Parepare hingga akhirnya berkasnya mengendap di Polres Parepare.

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Timur Coruption Watch (ITCW), Jasmir L. Lainting, Senin (27/8/2018), menyarankan agar kedua institusi penegakan hukum ini memberikan kepastian hukum.

"Saat ini kan lima ASN yang sempat OTT masih tersandera status tersangka dan belum ada kepastian apakah kasusnya lanjut ataukah ada upaya hukum lain,"terang dia.

Ia mengatakan, para tersangka juga akan diserahkan ke Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sesuai saran jaksa namun hingga saat ini pun tidak ada tindakan.

"Jika memang harus diserahkan APIP maka kedua institusi ini harus membahas kasus ini. Sehingga para pihak yang tersandera pun ada kepastian hukum,"ungkap Jasmir.

Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Parepare, Faizah menyarankan agar kasus ini diserahkan ke APIP dengan pertimbangan biaya perkaranya lebih besar dibanding kerugian negara yang hanya Rp 12 juta lebih.

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Herly Purnama berdalih belum ada surat dari kejaksaan terkait hal itu.

"Belum ada secara tertulis,"tutur perwira tiga balok ini.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved