Getaran Gempa NTB Juga Dirasakan Warga Pulau di Pangkep, Warga Panik Air Mulai Naik

Hal itu juga dirasakan warga Pulau Satanger yang memiliki kurang lebih seribu penduduk dan wajib pilih 780 orang.

Getaran Gempa NTB Juga Dirasakan Warga Pulau di Pangkep, Warga Panik Air Mulai Naik
Istimewa
Ilustrasi gempa 

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, Munjiyah Dirga Ghazali

TRIBUNPANGKEP.COM, LIUKANG TANGAYYA - Getaran gempa berkekuatan 5,1 SR sekitar pukul 11.00 Wita yang terjadi di Nusa Tenggara Barat, juga dirasakan masyarakat Pulau Kapoposang, Sailus, dan Satanger di Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, titik gempa terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa terjadi pada pukul 11:53:33 Wita dengan kedalaman 10 km, Minggu (26/8/2018).

"Iya, masyarakat merasakan juga getaran gempa di pulau," kata Muhammad Taufik warga pulau asal Kabupaten Pangkep.

Berdasarkan informasi keluarganya, air di bibir pulau naik. "Warga agak panik, karena air naik tidak seperti biasanya," ujarnya.

Hal itu juga dirasakan warga Pulau Satanger yang memiliki kurang lebih seribu penduduk dan wajib pilih 780 orang.

Dikonfirmasi TribunPangkep.com, warga Satanger, Jamal menuturkan saat ini keluarganya panik dan was-was.

"Kondisi masyarakat saat ini (kemarin) dalam kondisi panik dan saya suruh mereka mengungsi saja ke daratan Pangkep," jelasnya.(*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved