Wali Kota Makassar Disambut Upacara Adat di Pesta Rakyat Kecamatan Tamalate

Saat sampai di lokasi, rombongan Danny Pomanto langsung dijemput tari paddupa, kemudian dipasangkan sebuah patonro merah

Wali Kota Makassar Disambut Upacara Adat di Pesta Rakyat Kecamatan Tamalate
HANDOVER
Wali Kota Makassar Disambut Upacara Adat di Pesta Rakyat Kecamatan Tamalate 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto disambut upacara adat saat menghadiri pesta adat dan malam seni budaya Dirgahayu ke-73 Republik Indonesia di Kecamatan Tamalate, Jumat (24/8/2018).

Saat sampai di lokasi, rombongan Danny Pomanto langsung dijemput tari paddupa, kemudian dipasangkan sebuah patonro merah, pengikat kepala lambang kebesaran suku Bugis-Makassar.

Rombongan lalu diarak puluhan pasukan bambu runcing dan pasukan tombak pusaka hingga ke tempat duduk yang telah disiapkan.

Selanjutnya juga diteruskan dengan tradisi ‘maggiri’ yakni proses sumpah setia sang prajurit kepada junjungannya dengan menghujamkan badik ke sekujur tubuh mereka.

Mereka adalah simbol ‘tobarani’ (orang pemberani) yang menjadi perajurit penting zaman kejayaan kerajaan Bugis-Makassar.

Danny Pomanto yang didampingi Istri yang juga ketua TP PKK Makassar Indira Yusuf Ismail terlihat terkagum-kagum atas atraksi menegangkan oleh sanggar seni Abbulo Sibatang itu, diiringi sorak dan tepuk tangan penonton.

Kegiatan ini bertajuk, ‘Kerja Kita Prestasi Bangsa, untuk Makassar dua kali tambah baik.

Dalam sambutannya, Danny menyampaikan apresiasi tinggi atas semarak dan antusiasme mesyarakat, baik pada penyambutan hingga prosesi acara menyambut HUT RI itu berlangsung.

“Luar biasa penyambutannya, Tamalate memang merupakan daerah bersejarah dengan keberadaan sungai Jeneberang, dulu wilayah kerajaan Gowa pusatnya ada di Benteng Somba Opu. Wilayah ini sekarang menjadi kebanggaan Kota Makassar karena menjaga adat,” ucapnya.

“Kita lihat tadi Bate Salapang menyampaikan sumpahnya. Mengingatkan kita masa kerajaan dulu. Saya tahu hal ini saat diberi tugas menaikkan rumah adat Balla Lompoa 3 meter di Benteng Somba Opu. Saya harap pasukan adat ini bisa ditampilkan di F8 nantinya mewakili kecamatan Tamalate,” tambahnya.

Selanjutnya, pada suasana hari kemerdekaan dan hari raya idul kurban ini Danny berharap agar dijadikan momen merefleksikan diri dan bercermin sebagai sebuah ukuran apa Makassar maju atau sebaliknya.

Danny mengatakan Makassar terakhir diberi penghargaan kota yang mampu menekan inflasi. Mengontrol harga menjadi indikator maju tidaknya kota ini. Ada 160 penghargaan lainnya juga telah didapatkan. Memang penghargaan itu, menurutnya bukan tujuan utama, tapi menjadi indikator bahwa sudah bekerja dengan baik. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved