Target Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sulsel, USAID Temui Nurdin Abdullah

Tekadnya itu disampaikan Willy saat menemui Gubernur Sulawesi Selatan terpilih, Prof HM Nurdin Abdullah

Target Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sulsel, USAID Temui Nurdin Abdullah
Saldi/tribuntimur.com
Regional Manager South Sulawesi, USAID, Willy Kumurur, menyatakan kesiapannya mendampingi pemerintahan Prof Nurdin Abdullah untuk mengurangi angka kematian ibu hamil dan bayi di Sulawesi Selatan. 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Regional Manager South Sulawesi, USAID, Willy Kumurur, menyatakan kesiapannya mendampingi pemerintahan Prof Nurdin Abdullah untuk mengurangi angka kematian ibu hamil dan bayi di Sulawesi Selatan.

Tekadnya itu disampaikan Willy saat menemui Gubernur Sulawesi Selatan terpilih, Prof HM Nurdin Abdullah

Willy mengatakan, kemampuan Prof Nurdin Abdullah mengurangi angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Bantaeng bisa menjadi contoh di Sulsel.

"Kami melihat angka kematian ibu melahirkan di Sulsel 2017 mencapai 115 orang. Bantaeng paling kecil di Sulsel," turut Willy saat menemui Gubernur Sulsel terpilih Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, Sabtu (25/8/2018).

Baca: Nurdin Abdullah Kurbankan Sapi Jumbo Seharga Rp 27 Juta di Palopo

Kesuksesan Prof Nurdin Abdullah menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Kabupaten Bantaeng, katanya, patut dijadikan model untuk disebarluaskan di kabupaten lain di Sulsel bahkan secara nasional.

Menurutnya, sesuai data dari Dinas Kesehatan Sulsel, ada beberapa kabupaten yang masuk kematian ibu melahirkan dan bayi yang dianggap sangat tinggi, yakni kabupaten Gowa, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Bone.

"Empat daerah itu masuk daerah yang tinggi angka kematian ibu melahirkan dan bayi. Rencananya kami jadikan empat daerah dulu sebagai pilot project," katanya.

Terpisah, Gubernur Sulsel terpilih Prof HM Nurdin Abdullah menyambut baik rencana USAID Sulsel untuk membantu pemerintah manangani risiko kematian ibu melahirkan dan bayi.

Baca: Kasus Kematian Ibu Masih Tinggi, Dinkes Sulsel Minta Gowa Belajar ke Bantaeng

Prof HM Nurdin Abdullah mengatakan, pengalaman di Bantaeng, penyebab kematian ibu melahirkan dan bayi karena keterkambatan menolong.

"Kehadiran Brigade Siaga Bencana (BSB) sangat membantu. Rakyat hanya menelepon 119 ambulance dan dokter serta tenaga medis langsung ke rumah," jelasnya.

BSB inilah jelas Prof Nurdin Abdullah kepada Willy, yang banyak membantu ibu-ibu hamil.

"Banyak yang melahirkan di ambulance," jelas Prof HM Nurdin Abdullah.

Ambulance di Bantaeng, jelas Prof HM Nurdin Abdullah, stanrd internasional. "Dokter bisa melakukan tindakan operasi ringan di mobil," ujarnya.(*)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved