VIDEO ON DEMAND

VIDEO: Bintara Polda Sulsel Bantu Persalinan di Tenda Korban Gempa Lombok

Merasa bersyukur, orangtua memberi nama bayi dengan Aman Nusa, seperti nama sandi operasi kemanusiaan Gasum Bintara Polda Sulsel.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Brigadir Polisi Dua (Bripda) Muhammad Firgiawan Tualle (20) dan rekannya dari Satuan Tugas Operasi Aman Nusa II Direktorat Sabhara Polda Sulsel, Kamis(23/8/2018) dini hari, ikut membantu persalinan seorang ibu, korban pengungsi Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Merasa bersyukur, orangtua memberi nama bayi dengan Aman Nusa, seperti nama sandi operasi kemanusiaan Gasum Bintara Polda Sulsel.

"Semoga anak saya ini juga nanti bisa jadi polisi, seperti adik-adik yang jauh-jauh dari Bugis, bantu kami disini," kata Annisa, ibu si Aman Nusa yang lahir di tenda pengungsi.

Firgiawan yang baru menjalani empat hari penugasan di salah satu pusat gempa, di Dusun Madayin Kecamatan Sambalia, Lombok Timur, NTB, mengaku sudah istirahat di tenda markas, saat mendengar samar-samar rintihan ibu di salah satu tenda pengungsi di Lapangan Desa Madayin.

Suasana gelap, Firgiawan yang belum setahun menyelesaikan pendidikan di SPN Batua Polda Sulsel ini, mencari sumber rintihan.

Brigadir Polisi Dua (Bripda) Muhammad Firgiawan Tualle (20) dan rekannya dari Satuan Tugas Operasi Aman Nusa II Direktorat Sabhara Polda Sulsel, Kamis(23/8/2018) dini hari, ikut membantu persalinan seorang ibu, korban pengungsi Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)
Brigadir Polisi Dua (Bripda) Muhammad Firgiawan Tualle (20) dan rekannya dari Satuan Tugas Operasi Aman Nusa II Direktorat Sabhara Polda Sulsel, Kamis(23/8/2018) dini hari, ikut membantu persalinan seorang ibu, korban pengungsi Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) (HANDOVER)

"Saya tenang ji. pakai senter ponsel, eh ternyata di dalam tenda ada ibu yang sudah mau melahirkan," ujar Bintara kelahiran Pangkep ini kepada Tribun, Jumat (24/8/2018).

Si bintara pun mengajak temannya. Ada yang menunggui persalinan manual, ada lagi yang menghubungi bidan desa.

"Suasananya serba tegang sebab beberapa jam sebelumnya ada lagi gempa susulan," ujar Ciwang, sapaan akrab Firgiawan.

Persalinan mendadak itu berhasil. Setelah melahirkan secara normal dibantu bidan desa, bayi dibersihkan dengan alat pembersih seadanya, tisu, kain perca dan air mineral yang ada dikumpulkan dari tenda pengungsi.

"Kita tidak tahu berapa panjangnya, beratnya, yang kita tahu bayi itu ada burungnya," ujar Ciwang.

Belakangan, setelah proses persalinan satu jam, personel polisi baru menanyakan siapa nama orangtua si bayi lelaki itu.
Si ibu bernama Annisa (36) dan suaminya M Sahrun ( 42). bayi yang dilahirkan anak keempat.

karena masih terus ada gempa susulan, warga masih takut ke rumah. Sebagian besar rumah warga masih rusak akibat dua kali dihantam gempa susulan. Hingga Jumat, ibu dan bayi masih ditenda pengusian dan dalam pengawasan personel.

Personel Satgas Operasi Aman Nusa II Polda Sulsel dipimpin seorang perwira AKP Sardan dari Subdit Gasum Ditsabara Polda Sulsel.

Bintara senior yang jadi pendamping adalah Brigpol Muchlas AC. Delapan bintara muda berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripada) adalah AM Khaidir, Kristian Yudha, Farid Irawan, Dian Hadi, Muhajir, M Nur Hudayat, M Firgiawan Tualle, dan Arfian Tri Mudayanto.

Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved