Peneliti IPB: Impor Beras 2 Juta Ton, Mendag Mesti Diaudit

Diputuskannya impor beras bukan berarti produksi beras dalam negeri tidak meningkat.

Peneliti IPB: Impor Beras 2 Juta Ton, Mendag Mesti Diaudit
Pri Menix Dey 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kondisi perberasan kembali menjadi topik hangat diperbincangkan oleh beberapa pengamat ekonomi. Kebijakan Menteri Perdagangan Enggartyasto Lukita mengimpor beras 2 juta ton di tahun 2018 ini menjadi pemicu utama hangatnya isu beras.

Padahal impor beras telah diputuskan sebelumnya sebanyak 1 juta ton, tetapi ada diputuskan lagi tambahan impor 1 juta ton sehingga totalnya mencapai 2 juta ton.

Karenanya, muncul sintesis dari pengamat ekonomi yakni Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal bahwa swasembada beras yang digembar-gemborkan pemerintah diragukan.

Ketua Umum Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa memperkirakan, kebutuhan untuk mengimpor beras berpeluang kembali terjadi pada tahun ini.

Alasannya bersandar pada data AB2TI, 50% daerah penghasil padi mengalami gangguan berupa kekeringan saat masa tanam.

Bahkan Andreas bersama ekonom INDEF Rusli Abdullah mengklaim tata kelola beras Tanah Air terlampau buruk yang berdampak pada tingginya harga produksi.

Ternyata, tidak semua kalangan berpandangan seperti ini. Bahkan kalangan lainya menilai pandangan ketiga pengamat di atas sangatlah keliru.

Baca: Akhirnya Ustadz Abdul Somad Blak-blakan Soal Posisinya di Pilpres 2019

Baca: Pangdam XIV Hasanuddin Terima Keris dari Maradika Mamuju, Ini Maknanya

Peneliti Pusat Studi Bencana Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Koordinator Nasional Indonesia Food Watch, Pri Menix Dey, menekankan perlunya mengkaji kondisi perberasan secara komprehensif.

Pasalnya, kebijakan impor beras bisa saja diputuskan mengingat tahun ini sudah memasuki tahun politik.

Artinya, diputuskannya impor beras bukan berarti produksi beras dalam negeri tidak meningkat.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved