Vaksin MR Dilanjut, BPKPRMI Maros Ngotot Tinggu Fatwa MUI

Kepala Dinkes Maros, Maryam Haba telah mengeluarkan surat edaran penundaan pemberian vaksin MR kepada siswa, sampai adanya putusan MUI.

Vaksin MR Dilanjut, BPKPRMI Maros Ngotot Tinggu Fatwa MUI
Surat edaran Dinas Kesehatan Maros meminta kepada Puskesmas untuk melanjutkan vaksin MR ke siswa.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

 

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) protes kebijakan plim plan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Maros, terkait pemberian vaksin MR kepada siswa, Rabu (8/8/2018).

Pasalnya, Kepala Dinkes Maros, Maryam Haba telah mengeluarkan surat edaran penundaan pemberian vaksin MR kepada siswa, sampai adanya putusan MUI.

Namun berselang sehari setelah permintaan punundaan tersebut, Dinkes mengeluarkan lagi kebijakan yang meminta semua Puskemas melanjutkan vaksin MR, meski ada putusan MUI.

"Terkait edaran lanjutan dari Kadis Kesehatan tentang pelaksanaan kembali imunisasi MR, yang sebelumnya telah dihentikan sementara, kami melihat adanya upaya memaksakan pelaksanaan program ini," kata Ketua BKPRMI Maros, Asri Said.

Menurut Asri, ada oknum yang memaksakan pemberian vaksin tersebut. Padahal sampai saat ini, belum ada fatwa MUI terkait vaksin MR.

BKPRMI tetap ngotot untuk menunda sementara pemberian vaksin sebelum MUI menyatakan halal. Pemberian vaksin dipaksakan kepada siswa.

"Kami menemukan, bahwa banyak petugas imunisasi langsung menyuntik tanpa ada konfirmasi izin dari orangtua siswa," katanya.

BKPRMI Akan tetap mengawal masalah ini dan kembali mengimbau kepada warga supaya anaknya tidak diimunisasi MR sebelum status halalnya jelas.

Dia juga berharap kepada pihak sekolah, supaya ikut andil dalam mengawal permasalahan vaksin MR tersebut. Alasanhya, hal tersebut berkaitan dengan pendidikan Agama Islam.

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved