Peserta PIFAF 2018 Sambangi Pantai Palippis Polman

Keenam negara PIFAF yang tergabung dalam keanggotaan CIOFF, yakni Kroasia, Meksiko, China Taipei, Latvia, Polandia dan Thailand.

Peserta PIFAF 2018 Sambangi Pantai Palippis Polman
HANDOVER
Peserta Polewali Mandar Internasional Folk and Art Festival (PIFAF) 2018 mengunjungi wisata bahari Pantai Palippis, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (5/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, POLMAN - Peserta Polewali Mandar Internasional Folk and Art Festival (PIFAF) 2018 mengunjungi wisata bahari Pantai Palippis, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (5/8/2018).

Keenam negara PIFAF yang tergabung dalam keanggotaan CIOFF, yakni Kroasia, Meksiko, China Taipei, Latvia, Polandia dan Thailand.

Mereka beruforia dengan membuat sejumlah games tradisonal seperti estapet saring, sambil menikmati eksotisme wisata pantai yang terletak di Kecamatan Balanipa atau sekitar 25 kilometer dari arah Utara Kota Polewali Mandar.

Karena menghargai budaya dan adat warga setempat, para turis-turis delegasi kesenian enam negara tersebut, mandi menggunakan sarung, sambil mengikuti permainan tradisional Mandar.

Baca: Peserta PIFAF Hibur Masyarakat Campalagian Polman

Chin Chin salah satu perwakilan delegasi negara Thailand mengaku sangat senang atau enjoy melihat antusias dan keramahan warga di Balanipa yang menyambut mereka.

"Kami dari negara Thailand sangat menghargai tradisional budaya Mandar. Makanya kami pake sarung," kata Chin kepada wartawan setelah mandi di Pantai Palippis.

Mereka juga mengaku sangat senang dengan permainan tradisional estafet sarung dan mengaku baru pertama merasakan.

Baca: Pertunjukan Tari Khas China Taipe Pukau Pengunjung di Pembukaan PIFAF 2018

"Sangat bagus kerena mengajarkan kerjasama tim dan itu yang dibutuhkan kekompakan," ujarnya.

Hal serupa juga di sampaikan perwakilan dari negara Meksiko, Noe, ia menilai orang Mandar sangat ramah, terbuka, komunikatif dan sangat sopan.

"Permainan juga sangat sulit. Kita diajarkan bagaimana kekompakan dalam satu tim. Kita betul-betul serius memasukan sarung. Tapi ini bagus," tuturnya.(*).

Penulis: Nurhadi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved