Belum Bersertifikat Halal dari MUI, Gowa Tetap Gelar Imunisasi Meases Rubella

Imunisasi ini mulai dilaksanakan sejak 1 Agustus kemarin hingga akhir Agustus di seluruh sekolah.

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Mahyuddin
abdiwan/tribuntimur.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA - Pemerintah Kabupaten Gowa tetap melanjutkan pemberian vaksin Meases Rubella (MR) meski MUI belum mengeluarkan setifikasi halal.

Kepala Dinas Kesehatan Gowa, dr. Hasanuddin, yang dihubungi mengatakan tetap melanjutkan imunisasi MR ke semua sekolah.

"Tetap lanjut. Karena belum ada info (ditunda) dari provinsi dan pusat," katanya, Minggu (5/8/2018).

Imunisasi ini mulai dilaksanakan sejak 1 Agustus kemarin hingga akhir Agustus di seluruh sekolah.

Baca: MK Ambil Alih Polemik Vaksin Rubella

Dilanjutkan pada September untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di Puskesmas dan Posyandu.

Dilakukan imunisasi MR bukan tanpa alasan. 

Imunisasi measles rubella dan campak ini adalah infeksi virus menular namun dapat dicegah dengan cara imunisasi

"Jadi kalau Gowa lanjut. Sebab Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit Rubella pada tahun 2020. Salah satu strateginya dengan melaksanakan kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR)," tambahnya.

Baca: Berawal dari Belajar Islam, Pria Korea Ini Pinang Gadis Asal Gowa

Sementara itu Ketua Shiha Care Communty Indonesia/Dosen STIK Famika Makassar Peneliti Penyakit di bidang penyakit Menular, Sapriadi Saleh  mengatakan mendukung untuk dilaksanakan nya program Kampanye Imunisasi MR.

"Ini adalah upaya efektif dan efisien dalam melakukan pencegahan penyakit menular baik penyakit campak, rubella maupun penyakit lainnya, yang sering mewabah pada masyarakat dan bahkan banyak mengakibatkan kematian," katanya.

Meski dia pahami akan ada kekhawatiran masyarakat terkait efek pasca imunisasi seperti nyeri, kesemutan, kemerahan, dan demam.

"Baiknya petugas kesehatan yang menangani program tersebut dapat menjelaskan dan menginformasikan kepada masyarakat secara baik, jelas dan tuntas. Sehingga masyarakat tidak dibuat khawatir akan efek tersebut," ujarnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved