Disaksikan Konjen Australia, Arkeolog Cari Fosil Manusia di Leang Bulu Bettue Maros

Penelitian dilakukan untuk mencari sisa fauna dan tulang manusia yang pernah bermukim di Leang Bulu Bettue.

Disaksikan Konjen Australia, Arkeolog Cari Fosil Manusia di Leang Bulu Bettue Maros
ansar/tribunmaros.com
Delegasi Parlemen Australia bersama anggota DPR kunjungan kerja ke Leang Bulu Bettue, Kecamatan Bantimurung. Mereka datang untuk memantau proses penggalian fosil manusia purba oleh arkeolog. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Arkeolog akan melakukan penelitian di Leang Bulu Bettue, Bantimurung, Maros hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Penelitian dilakukan untuk mencari sisa fauna dan tulang manusia yang pernah bermukim di Leang Bulu Bettue.

Pada 2017 lalu, arkelog hanya menemukan liontin yang digunakan manusia purba sekitar 30 ribu tahun lalu.

Hal tersebut dikatakan oleh perwakilan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Adhi Agus Oktviana saat mendampingi Konsulat Jenderal Australia, yang memantau proses penggalian di Leang Bulu Bettue, Jumat (3/8/2018).

Manusia diperkirakan pernah hidup dan berkembang di Leang Bulu Betue sekitar 30 ribu tahun lalu.

Hal tersebut dibuktikan setelah ditemukannya liontin dari tulang kus-kus pada penelitian tahun 2017 lalu.

"Yang kita cari di sini, yakni jejak manusia. Kita mencari sisa fauna dan benda-benda yang berumur sekitar 30 ribu tahun lalu. Untuk tahap awal, kami baru temukan liontin dan bekas telapak tangan," katanya.

Saat ini, pihaknya akan berusaha maksimal untuk menemukan fosil manusia. Sebelum ditemukan fosil tersebut, penelitian akan terus dilakukan.

Sejak 2018, para peneliti belum menemukan benda peninggalan manusia purba. Hal tersebut membuat peneliti masih melakukan penggalian di mulut gua.

"Saat ini, kami sementara proses untuk menemikan fosil manusia. Tahun lalu, kami temukan liontin kuskus. Semoga segera, kami temukan fosil manusia itu untuk memastikan, manusia purba berasal dari Indonesia," katanya.

Sejumlah batu dan benda yang ditemukan selama penelitian, masih sementara proses analisis untuk memastikan peninggalan manusia purba.

Penulis: Ansar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved