BKPRMI Maros Tolak Vaksin MR, Dewan Panggil Dinas Kesehatan

Akan memanggil Dinas Kesehatan Maros, untuk meminta penghentian sementara pemberian vaksi MR ke sekolah yang ada di 14 kecamatan.

BKPRMI Maros Tolak Vaksin MR, Dewan Panggil Dinas Kesehatan
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Ketua BKPRMI Maros Asri Said dan pengurusnya datangi Kepala Dinas Kesehatan Maros, Maryam Haba di ruang kerjanya. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Ketua DPRD Maros Chaidir Syam menyatakan, mendukung sikap ulama yang meminta kejelasan halal atau haramnya vaksin MR untuk siswa, Jumat (3/8/2018).

DPRD akan memanggil Dinas Kesehatan Maros, untuk meminta penghentian sementara pemberian vaksi MR ke sekolah yang ada di 14 kecamatan.

"Sebenarnya kami setuju dengan adanya program vaksin MR itu. Tapi karena adanya polemik, maka kami meminta Dinas Kesehatan untuk menunda dulu sampai ada kejelasan," katanya

Apalagi pada tanggal 8 Juli mendatang, MUI menjadwalkan akan mengeluarkan surat kejelasan halal atau tidaknya vaksin MR tersebut.

Chaidir berencana memanggil Dinkes setelah BKPRMI menyeruduk kantor DPRD. Mereka menyampaikan pernyataan sikap terkait penolakan vaksin MR sebelum ada kejelasan dari MUI.

Selain itu, BPKRMI juga datangi kantor Dinas Kesehatan Maros. Mereka disambut oleh Kadis Keseharan, Maryam Haba.

Ketua BKPRMI Maros, Asri Said mengatakan, pemerintah seharusnya menghentikan proses penyuntikan vaksin ke siswa sebelum ada kejelasan.

Aksi penolakan vaksin tersebut dilakukan BKPRMI setelah adanya sejumlah orangtua siswa yang protes. Orangtua juga menolak pemberian vaksin ke anaknya karena faktor halal yang yang tidak jelas. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved